Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kepsek SD Inpres Tamanria: Korban sosok murid periang dan ramah
  • Jumat, 02 Maret 2018 — 16:23
  • 1333x views

Kepsek SD Inpres Tamanria: Korban sosok murid periang dan ramah

"Dia (korban) duduk di kelas V-B. Dia anak periang dan ramah terhadap guru maupun teman-temannya," ujar Dimara, saat ditemui Jubi, di Manokwari, Jumat (2/3/2018). 
Suasana di SD Inpres 42 Tamanria Wosi Manokwari – Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi - Kepala Sekolah SD Inpres 42 Tamanria Wosi Kabupaten Manokwari, Bertha Dimara, mengatakan seorang muridnya yang menjadi korban pembunuhan dan percobaan perkosaan, yang jasadnya ditemukan Kamis (1/3/2018) pagi di Jl. Swapen Perkebunan, adalah anak yang periang dan ramah terhadap guru dan teman-temannya.

"Dia (korban) duduk di kelas V-B. Dia anak periang dan ramah terhadap guru maupun teman-temannya," ujar Dimara, saat ditemui Jubi, di Manokwari, Jumat (2/3/2018). 

Bertha Dimara bersama jajaran guru serta 602 murid SD Inpres 42 Tamanria Wosi turut berduka atas kejadian yang menimpa korban.

"Keluarga besar SD ini berduka karena kita kehilangan satu murid yang periang dan ramah sehingga dari 603 murid, kini berkurang satu menjadi 602," ujarnya. 

Bertha Dimara minta aparat penegak hukum secepatnya menangkap pelaku dan dihukum setimpal dengan perbuatannya. 

Dari Kejadian ini, kata Bertha Dimara, sangat disayangkan karena dalam waktu sesingkat itu bisa terjadi. Dia berharap sesibuk apapun orang tua, harus bisa meluangkan waktu untuk antar dan jemput anaknya di sekolah, khususnya anak perempuan.  

"Jadi dengan kondisi saat ini, kami tidak bisa percaya 100 persen kepada orang lain yang kita jasakan untuk antar-jemput anak kita yang perempuan. Apalagi orang itu tidak ada hubungan darah dengan kita. Sama-sama kita jaga dan antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Itu harapan saya," ujarnya mengingatkan.  

Sementara itu, pemerhati perempuan dan anak di Manokwari, Yuliana Numberi, mengajak ibu korban untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya kepada Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP2AKB) di Manokwari. Langkah ini, kata Yuliana, dapat membantu ibu korban dalam hal pendampingan pasca kejadian karena kehilangan buah hatinya. 

Yuliana yang juga mantan Kepala BP2AKB Kabupaten Manokwari berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi. Namun, di sisi perlindungan hukum, hak-hak perempuan dan anak di daerah, belum sepenuhnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Manokwari. 

"Langkah antisipasi yang dilakukan untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak di Manokwari sering dilakukan instansi terkait di bidang perempuan dan anak maupun LSM dan pemerhati dalam bentuk sosialisasi. Tapi tidak pernah ada satu kebijakan prodak hukum berupa peraturan daerah untuk hal ini," ujarnya. 

Dia juga berharap ke depan harus ada sosialisasi intens ke sejumlah SD di Manokwari bagi anak di usia 8-12 tahun tentang informasi seksualitas. 

"Yang kita lupakan adalah bagimana membangun kesadaran anak supaya anak khususnya perempuan agar mereka tahu bagian-bagian tubuh yang harus mereka lindungi ketika ada jamahan dari orang yang tidak mereka kenal. Ini adalah konsep dasar," ujarnya. 

Tapi selama ini, kata dia, sebagian orang masih terkonsep pada informasi seksualitas kepada anak adalah sesuatu yang tabu, sehingga kegiatan yang pernah dikonsep olehnya tidak bisa dilanjutkan. 

"Jadi ini adalah usulan sekaligus keprihatinan saya, sesama kaum perempuan untuk menjaga anak-anak kita, khususnya anak perempuan," ujarnya.  (CR-2*) 

loading...

Sebelumnya

Pembunuhan gadis 11 tahun, polisi kantongi identitas terduga pelaku 

Selanjutnya

Anak Papua jadi korban kekerasan seks, Yohana Yembise: Kutuk pelakunya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34426x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23057x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18984x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe