Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Puluhan ribu bibit ikan mati mendadak
  • Rabu, 07 Maret 2018 — 15:53
  • 1040x views

Puluhan ribu bibit ikan mati mendadak

Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab.Di antaranya terlalu lama saat di perjalanan, sebab bibit ikan dibawa dari daerah Kalimantan Selatan.
Ilustrasi .Pixabay.com (Creative Commons) Jubi.
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Muara Teweh, Jubi - Puluhan ribu bibit ikan di antaranya jenis nila dan lele milik warga Muara Teweh. Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang dipelihara di keramba di Sungai Barito wilayah setempat mati mendadak.

"Puluhan ribu ekor bibit ikan nila dan lele berukuran jari kelingking milik saya ini mati dalam sepekan terakhir," kata Heri Ramadhan, petani ikan keramba Sungai Barito, warga Jalan Srikaya Muara Teweh, Selasa ( 6/3/2018).

Tidak diketahui pasti, apa penyebabnya hingga bibit-bibit ikan tersebut mati. Apakah karena faktor air atau lainnya.

"Saya rugi belasan juta rupiah," katanya.

Petani keramba lainnya Zuki mengatakan, bibit ikan yang dipeliharanyadi sekitar lokasi yang sama, juga pada mati. Dalam sehari ikan yang mati bisa mencapai ratusan ekor.

"Dengan banyaknya bibit ikan yang mati ini kita harapkan ada bantuan dari pemerintah sebagai pengganti," kata dia.

Sementara Kabid Pengelolaan dan pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Utara Marzuki, mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait hal itu.

"Kami sudah menurunkan petugas untuk mengetahui penyebabnya, " katanya.

Marzuki mengatakan ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab.Di antaranya terlalu lama saat di perjalanan, sebab bibit ikan dibawa dari daerah Kalimantan Selatan.

Sehingga kondisi bibit ikan saat itu dalam keadaan kurang baik, ataupun saat ditebar ke dalam keramba keadaan air saat itu kurang bagus atau kondisi airnya dalam keadaan keruh.

"Saran kami agar sebelum melakukan atau menebarkan benih ikan para pembudi daya memperhatikan kondisi air sungai (keruh atau tidak)," ujarnya.

Banyaknya ikan mati ini membuat perhatian dari Penjabat Bupati Barito Utara Sapto Nugroho yang langsung bertemu sejumlah petani keramba di Muara Teweh untuk mengetahui banyaknya ikan mati.

"Kedatangan saya ke sini terkait adanya informasi bahwa puluhan ribu bibit ikan yang dibudidayakan masyarakat banyak yang mati mendadak," kata Sapto Nugroho. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Larangan membakar lahan sulitkan petani di sini

Selanjutnya

Bandara Sepinggan terbaik kedua di dunia

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34250x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22105x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18521x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe