Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemkab dan PDAM akan gelar seminar terkait penanganan Pegunungan Siklop 
  • Rabu, 07 Maret 2018 — 18:55
  • 998x views

Pemkab dan PDAM akan gelar seminar terkait penanganan Pegunungan Siklop 

Menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, sebagai perusahaan daerah menyuplai kebutuhan air bersih di daerah ini, seminar nasional yang akan memberikan rekomendasi mengenai penanganan Pegunungan Siklop yang lebih terpadu, akan digelar pada Senin (12/3/2018) mendatang.
Kali Kemiri, obyek wisata di Pegunungan Siklop, Sentani, Kabupaten Jayapura - Dok. Jubi 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Ketergantungan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura serta keprihatinan pada kondisi Pegunungan Siklop di Kabupaten Jayapura yang berdampak makin berkurangnya debit air di pegunungan tersebut, menginspirasi Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar seminar terkait kelestarian Pegunungan Siklop ke depan.

Menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, sebagai perusahaan daerah menyuplai kebutuhan air bersih di daerah ini, seminar nasional yang akan memberikan rekomendasi mengenai penanganan Pegunungan Siklop yang lebih terpadu, akan digelar pada Senin (12/3/2018) mendatang.

Wakil Direktur Umum PDAM Jayapura, Etis Sutisna, mengakui kondisi sekarang dengan debit air sebesar 895 detik/m, PDAM hanya mampu menyuplai kebutuhan air bersih di Kota dan Kabupaten Jayapura selama 16 jam. 

"Ini diperparah dengan keadaan mata air Kojabu dan Kampwolker, Angkasa, dan Ajendam yang kini telah banyak rusak terutama di daerah catchmen air. Kita akan mengekspose bagaimana keadaannya sekarang ini,” katanya kepada Jubi, Selasa (6/3/2018).

Catchment area atau daerah tangkapan air merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami

“Ini membuat kami sebagai penggunaan memang membutuhkan dukungan,” kata Etis Sutisna.

Sementara itu, Marshal Suebu, pemerhati lingkungan yang tergabung di Corps Pecinta Alam (CPA) Hiroshi, menegaskan memang bukan tugas dari pemerhati lingkungan saja bahwa kebutuhan minum semua orang.

“Masyarakat 80 persen tak mau memikirkan darimana ia mendapatkan air minum dan bisa dibilang acuh tak acuh atau tidak peka, padahal dibutuhkan perannya menjaga kelestarian Siklop sebagai penyedia air,” katanya. 

Iapun mengakui apa yang dilakukan Hiroshi adalah lingkup kecil. Untuk pelestarian Siklop perlu ada usaha ‘keroyokan’ bersama semua stakeholder.

Marshal Suebu mengapresiasi upaya-upaya yang ada seperti penyelematan dengan mengelar seminar nasional pelestarian Siklop oleh PDAM Jayapura dan Pemkab Jayapura. Tetapi perlu diingatkan bahwa tak hanya sebagai pengguna tetapi juga ikut bertanggung jawab. (*)   

loading...

Sebelumnya

OPD Kota Jayapura wajib hadir Musrenbang distrik

Selanjutnya

Usulan anggaran pembangunan distrik Heram mencapai Rp 22,3 miliar

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34122x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20223x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17786x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe