Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. FPPMKJ desak Uncen cabut gelar akademik calon gubernur Papua
  • Kamis, 08 Maret 2018 — 20:54
  • 2223x views

FPPMKJ desak Uncen cabut gelar akademik calon gubernur Papua

"Demi hukum, kami minta Uncen cabut gelar Magister Hukum  John Wempi Wetipo," tegas Yulianus Mabel dalam jumpa persnya di Mega Waena, kota Jayapura, Papua, Kamis (8/3/2018).
Yulianus Mabel bersama sejumlah rekannya menggelar jumpa pers di Mega Waena, kota Jayapura, Papua. Dari kanan, Yalo Hubi, Yulianus Mabel dan Freddy Itlay - Jubi/Mawel.
Benny Mawel
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Kabupaten Jayawijaya di Jayapura mendesak Universitas Cendrawasih mencabut gelar akademik salah seorang calon Gubernur Papua. 

"Demi hukum, kami minta Uncen cabut gelar Magister Hukum  John Wempi Wetipo," tegas Yulianus Mabel dalam jumpa persnya di Mega Waena, kota Jayapura, Papua, Kamis (8/3/2018).

Menurutnya, Uncen harus juga mencabut demi nama baik kampus, karena jika ini dibiarkan, akan memberikan  pendidikan yang kurang baik bagi mahasiswa, masyarakat dan lebihnya memalukan alumni.

"Kami alumni Uncen kecewa. Uncen harus berikan teladan yang baik bagi yang sedang kuliah dan bagi masyarakat," kata dia. 

Yalo Hubi, anggota FPPMKJ yang mendampingi Mabel menambahkan, rektor dan senat dosen Uncen segera menggelar rapat  dan mencabut gelar MH secara terhormat. Pencabutan itu dianggapnya lebih baik ketimbang memelihara masalah. 

“Mengapa dari S.S.Sos ke hukum. Apakah itu bisa? Kalau tidak mengapa diterima? Kalau diterima, Uncen menerima sesuatu dari mahasiswa yang hendak kuliah,” tegasnya. 

Sementara, Yan Matuan koordinator aktivis senior FPPMKJ mengatakan,   Uncen tidak bisa bersikukuh, jika ijazah MH itu sah. Karena, ijazah S.Sos yang menjadi dasar menjadi  mahasiswa Magister Hukum, milik John Wetipo, dianggap tidak sah.

"Keterangan pihak kopertis sudah jelas. Saudara Wempi Wetipo tidak terdaftar sebagai mahasiswa STISIPOL Silas Papare Jayapura," kata Matuan mengutip pernyataan  Sekretaris pelaksana Kopertis  wilayah 14 Papua, Metha Gomes dalam persidangan musyawarah di Bawaslu Papua pada 5 Maret.

Kata dia, alasannya data NIRM 892308281 dan nomor Ujian 319 yang terdapat dalam ijazah NIRL/077/41/99 tanggal 16 Agustus 1999  bukan atas nama Wempi Wetipo. Mahasiswa yang terdaftar dengan nomor itu atas nama Sadiyo.

Kata dia dengan alasan itu, Wempi Wetipo dengan sengaja dan melanggar prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dan kode etik yang berlaku yang berlaku dalam dunia pendidikan tinggi. 

Atas nama kebenaran dan kejujuran, demi menjaga kehormatan, martabat dan kredibilitas kampus, Matuan Desak   Uncen membatalkan atau mencabut gelar akademik John Wetipo.

Sementara itu, Rektor Uncen Apolo Safanpo  mengatakan, semua prosedur tahapan dan mekanisme yang ditempuh oleh John Wempi Wetipo baik secara administrasi dan secara akademik adalah sah, sehingga Unden dapat menerbitkan ijazah tersebut.

Selanjutnya, apabila ada pihak yang ingin membuktikan tentang keabsahan ijazah tersebut, maka dapat melalui keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Sebelum ada keputusan pengadilan, Uncen akan tetap taat pada azas praduga keabsahan.

"Hanya keputusan pengadilan yang bisa digunakan sebagai dasar hukum untuk mencabut Ijazah Magister (S2) Fakultas Hukum Uncen, karena keputusan hukum hanya bisa dibatalkan dengan keputusan hukum pula," katanya.

Untuk itu, Safanpo menilai, keputusan administrasi negara tetap dianggap sah sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (*)

loading...

Sebelumnya

Bawaslu diminta menegur pelanggaran iklan

Selanjutnya

Lukas Enembe berdialog dengan pedagang pasar dan pasien rumah sakit di Biak

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34425x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23055x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18983x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe