Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Warga kampung Suator, Kabupaten Asmat menderita kusta
  • Jumat, 09 Maret 2018 — 12:09
  • 879x views

Warga kampung Suator, Kabupaten Asmat menderita kusta

Temuan itu berdasarkan laporan seorang pastor yang bertugas di kawasan tersebut.
Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito – Jubi/Frans L Kobun
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Tercatat sebanyak 25 orang warga kampung Suator, Distrik Binak, Kabupaten Asmat, ditemukan menderita kusta. Temuan itu berdasarkan laporan seorang pastor yang bertugas di kawasan tersebut.

“Laporan ini baru saya terima dan pastor Hendrikus yang bertugas melakukan pelayanan di sana, saat ini sedang diupayakan pengobatan,” ujar Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito, kepada Jubi di kediamannya, Jumat (09/03/2018). 

Murwito menyebutkan selama ini pelayanan terhadap penderita kusta hanya dilakukan di Kampung Mumugu, perbatasan Kabupaten Asmat dengan Kabupaten Nduga. “Pada tiga tahun lalu, salah seorang pastor paroki, menemukan sedikitnya 150 orang  menderita kusta,” kata Murwito menambahkan.

Menurut dia, para penderita kusta yang saat ini terjadi sebagian sudah parah,  meski sebagian baru terserang. Mereka terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.

Keuskupan telah mendatangkan tenaga medis untuk memastikan penyakit tersebut, selain itu lembaganya  pernah mendatangkan Menteri Kesehatan saat itu Nafsiah Mboy  agar melihat kondisi sesungguhnya.

“Kami juga menghadirkan salah satu komunitas suster dari Putri Reinha Rosari (PRR) sebanyak empat orang, mereka bertugas pelayanan di sana secara rutin setiap hari,” katanya.

Penyakit kusta itu pernah diderita warga sekitar tiga tahun lalu, sehingga pemerintah membuat memorandum of understanding  (MoU) bersama Keuskupan Agats  untuk penanganan.

Setelah tiga tahun ditangani dengan pemberian obat secara rutin, kini tersisa hanya sekitar 20 orang  masih dalam pengobatan.  Sedangkan lainnya sudah sembuh dan sedang melakukan aktivitas sebagaimana biasa.

“Namun penyakit itu kini muncul lagi,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Selamatkan anak Asmat dengan pendidikan berpola asrama

Selanjutnya

Bantuan KLB, DPRD Asmat akan panggil pemerintah daerah

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23508x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19189x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15652x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12718x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe