Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ryoko Azuma, perempuan pertama pemimpin kapal perang Jepang
  • Sabtu, 10 Maret 2018 — 08:56
  • 968x views

Ryoko Azuma, perempuan pertama pemimpin kapal perang Jepang

Ketika dia bergabung dengan MSDF pada 1996, Jepang masih melarang perempuan bertugas di kapal perang.
Ryoko Azuma (mengangkat tangan tanda hormat) di hadapan pasukan angkatan laut Jepang. Reuters/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Tokyo, Jubi - Angkatan Laut Jepang mengangkat wanita pertama untuk memimpin armada kapal perang, termasuk kapal induk Izumo. Langkah ini diambil sebagai percobaan, memancing lebih banyak perempuan ambil bagian di tengah kekurangan pria dalam penugasan.

Ryoko Azuma akan memimpin empat kapal dengan awak gabungan berjumlah sekitar 1.000 orang. Di dalamnya hanya ada 30 perempuan. Azuma juga membentuk Divisi Pengawalan Pertama Pasukan Bela Diri Laut Jepang (MSDF), sebutan resmi untuk angkatan laut negara tersebut.

"Saya tidak berpikir menjadi perempuan. Saya akan memusatkan tenaga untuk memenuhi tugas sebagai komandan," kata Azuma, 44 tahun, dalam upacara pergantian komandan, di galangan di Yokohama, dekat Tokyo, Selasa ( 6/3/2018).

Ketika dia bergabung dengan MSDF pada 1996, Jepang masih melarang perempuan bertugas di kapal perang. Peraturan itu dihapuskan sepuluh tahun lalu. Namun, kapal selam masih hanya diawaki laki-laki.

Militer Jepang, seperti halnya sektor ekonomi yang lebih luas, mulai mengalihkan perhatiannya ke perempuan untuk mengatasi kekurangan personil karena populasi usia kerja nasional mengalami penyusutan.

Hal ini merupakan dampak dari menurunnya angka kelahiran. Jumlah orang berusia antara 18 dan 26 tahun diperkirakan oleh pemerintah akan menyusut menjadi tujuh juta orang pada tahun 2065, dari 11 juta tahun lalu.

Tidak seperti perusahaan komersial, militer Jepang tidak dapat memindahkan unit ke luar negeri atau mempekerjakan orang asing untuk melengkapi staf Jepang mereka.

Pada tahun 2030, Pasukan Bela Diri Jepang berencana meningkatkan jumlah perempuan yang bertugas di angkatan laut, darat, dan udara sampai sembilan persen. Saat ini, komposisi perepuan Jepang di tubuh militer Jepang baru enam persen.

Selain Azuma, perwira perempuan senior lainnya di MSDF mencakup empat kapten dan seorang laksamana muda yang bertanggung jawab atas logistik.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Mantan agen ganda rusia keracunan zat tak dikenal

Selanjutnya

Penolakan hak perempuan hambat sasaran pembangunan berkelanjutan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34446x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23100x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19000x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe