Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Kasus kekerasan perempuan dalam politik diramalkan meningkat
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 11:40
  • 1017x views

Kasus kekerasan perempuan dalam politik diramalkan meningkat

Sarana yang digunakan adalah cybercrime atau kejahatan dunia maya,
Ilustrasi. Pixabay.com (Creative Commons)/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Denpasar, Jubi - Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik diprediksikan akan meningkat dibanding tahun pilkada 2017 karena dianggap berpeluang mendulang suara dan memenangkan pilkada.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik sangat mungkin terjadi kembali dalam Pilkada 2018," kata Komisioner Komnas Perempuan, Masruchan pada acara Peringatan Hari Perempuan Internasional di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis ( 8/3/2018).

Menurut dia, temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik yang terjadi di DKI Jakarta seperti ancaman pemerkosaan jika tidak memilih calon tertentu dan ancaman jenazah perempuan tidak dishalatkan jika tidak memilih calon tertentu.

"Temuan kasus itu akan diadopsi di daerah lain karena dinilai sukses mendulang suara," ujarnya.

Dia menilai, semua daerah di Indonesia saat ini mungkin dan rawan terjadi kekerasan perempuan dalam politik. "Sarana yang digunakan adalah 'cybercrime' atau kejahatan dunia maya," ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya meminta KPU dan Bawaslu untuk lebih meningkatkan pengawasan dalam Pilkada 2018 agar kejadian di tahun 2017 tidak teruang kembali.

Sementara itu, Direktur Bali Sruti, Luh Riniti Rahayu meminta semua perempuan menggunakan hak pilihknya agar ikut serta membangun bangsa dan negara.

"Mari sukseskan Pilkada 2018 dengan datang ke TPS menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani," ujarnya.

Dia juga meminta kepada perempuan di Pulau Dewata untuk lebih mempelajari rekam jejak calon kepala daerah dan gunakan hak pilih pada saat pemilihan umum sehingga bisa menghasilkan pemimpin sesuai harapan rakyat.

Pilkada Bali diikuti oleh dua pasangan calon yakni pasangan nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) yang diusung oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.

Sedangkan rivalnya, pasangan nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo. (*)



 


 


 

 

loading...

Sebelumnya

Longsor landa Manggarai Timur

Selanjutnya

Bali disaat Nyepi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33151x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16199x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16059x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe