Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Dishub Asmat operasikan empat kapal layani masyarakat
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 21:34
  • 1072x views

Dishub Asmat operasikan empat kapal layani masyarakat

Empat unit kapal tersebut adalah subsidi pemerintah provinsi dan pusat, sehingga tarif yang diberlakukan kepada masyarakat, tidak mahal. Misalnya saja, kata dia, masyarakat yang ke Distrik Akat, setiap penumpang hanya membayar tiket Rp 5.000. Kalau  ke Distrik Suator yang paling jauh, harganya Rp 25 ribu.
Salah satu moda transportasi laut yang digunakan dari Bandara Ewer ke Agats, Kabupaten Asmat adalah perahu motor – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Asmat, Jubi – Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat sejak beberapa tahun terakhir, telah menyiapkan empat kapal khusus yang beroperasi untuk melayani masyarakat ke kampung maupun distrik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat, Pieter Dallung, kepada Jubi, Sabtu (10/3/2018). 

Dikatakan, empat unit kapal tersebut adalah subsidi pemerintah provinsi dan pusat, sehingga tarif yang diberlakukan kepada masyarakat, tidak mahal.
Misalnya saja, kata dia, masyarakat yang ke Distrik Akat, setiap penumpang hanya membayar tiket Rp 5.000. Kalau  ke Distrik Suator yang paling jauh, harganya Rp 25 ribu.

Secara umum, jelas dia, keempat kapal itu beroperasi rutin setiap hari menuju ke sejumlah distrik maupun kampung. Khusus ke kampung, tidak semua dilayani, karena melihat juga topografi wilayah.

“Kalau ada dermaga, kapal akan masuk. Tetapi kalau tidak, setelah warga turun dari kapal, telah ada speedboat yang siap membawa mereka ke kampung,” ungkapnya.

Dikatakan, meskipun keempat kapal tersebut belum masuk dalam aset daerah, namun baik pemerintah provinsi maupun pusat, memberikan kewenangan penuh untuk pelayanan kepada masyarakat ke kampung-kampung.

Dijelaskan, keempat kapal tersebut sangat bermanfaat. Karena masyarakat dapat membawa hasil alamnya untuk dijual ke kota. Kalau hanya mengandalkan speadboat, tidak mungkin, lantaran kapasitasnya sangat terbatas.

Terpisah, Pastor Paroki Roh Kudus Bayun, Distrik Safan, Romo Siprianus Flory Lana Kote, mengatakan salah satu persoalan serius yang dialami dan dirasakan masyarakat adalah transportasi.

Selama ini, katanya, ketika masyarakat hendak ke distrik, hanya mendayung perahu tradisional. Mereka tak mampu menyewa speedboat, karena sumber penghasilan setiap hari tidak ada. (*)

loading...

Sebelumnya

KLB di Asmat karena layanan kesehatan tak maksimal

Selanjutnya

Pemkab Merauke harus fokus bantu masyarakat distrik Waan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34446x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23100x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19000x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe