Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pertamina akan putuskan hubungan usaha SPBU nakal
  • Minggu, 11 Maret 2018 — 21:45
  • 858x views

Pertamina akan putuskan hubungan usaha SPBU nakal

Fanda menjelaskan mekanisme pembelian BBM di SPBU harus menggunakan rekomendasi pemerintah daerah yang disesuaikan dengan peruntukannya jika dalam jumlah banyak tanpa menggunakan kendaraan (jeriken atau drum-Red).
SPBU di Kota Jayapura - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - PT Pertamina (Persero) Marketing Operaton Region (MOR) VIII Maluku-Papua pastikan akan memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) kepada lembaga penyalur BBM yang terbukti melanggar aturan terkait pendistribusian ke masyarakat.

Manager Fuel Retail Marketing Pertamina MOR VIII, Fanda Chrismianto, menyatakan hal tersebut guna menanggapi keberhasilan Kepolisian Resor Jayapura Kota membongkar kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, solar, dan minyak tanah.

Fanda menjelaskan mekanisme pembelian BBM di SPBU harus menggunakan rekomendasi pemerintah daerah yang disesuaikan dengan peruntukannya jika dalam jumlah banyak tanpa menggunakan kendaraan (jeriken atau drum-Red).

"Terkait si pembeli ditemukan (menyimpan BBM) dalam jumlah besar itu masih penyelidikan. Apakah mereka membeli dengan rekomendasi tapi menyalahgunakannya atau tidak menggunakan rekomendasi, itu masih diselidiki kepolisian," katanya kepada Jubi, Jumat (9/3/2018).

Chrismianto mengaku siap bekerja sama jika aparat kepolisian membutuhkan keterangan dari Pertamina atau lembaga penyalur.

"Sampai sekarang kita masih belum dapat info perkembangannya dan ketika kami menanyakan ke (pengelola) SPBU dia juga masih belum dimintai keterangan," katanya

Jika lembaga penyalur, kata Chrismianto, terbukti menyalurkan BBM tidak sesuai ketentuan, Pertamina tidak akan ragu memberikan sanksi sesuai mekanisme.

"Itu mekanisme pembinaan, mulai teguran, peringatan, kalau skalanya dia sudah tidak bisa dibina ya kita PHU (Pemutusan Hubungan Usaha)," katanya.

Fanda mengatakan lembaga penyalur (SPBU Kompak) di Distrik Nimbongkrang, Kabupaten Jayapura, yang diduga menjadi lokasi penjualan dari BBM yang ditimbun tersebut dipastikan stoknya selalu aman.

Sebelumnya dikutip dari Antara, Kapolres Jayapura Kota, AKBP Urbinas, mengatakan terungkapnya kasus penimbunan BBM ilegal itu berawal saat anggota mengamankan T beserta mobil grand max warna putih beserta 410 liter solar yang diisi dalam 11 jeriken ukuran 35 liter dan satu jeriken ukuran 25 liter, 200 liter minyak tanah yang diisi dalam lima jerigen ukuran 35 liter, dan satu jeriken ukuran 25 liter.

"Kemudian dari A yang mengaku membeli dari salah satu SPBU di Arso diamankan satu mobil grand max beserta 1.050 liter bensin yang diisi dalam 35 jeriken ukuran 35 liter," kata AKBP Urbinas.

Mantan Kapolres Jayapura itu mengatakan dari tempat kejadian perkara yang berlokasi di belakang gedung PT Taspen Kotaraja, diamankan satu mobil xenia beserta 770 liter bensin yang berada dalam 22 jeriken ukuran 35 liter dan satu drum berisi solar. (*)

loading...

Sebelumnya

Banyak perusahaan di Papua tidak beroperasi

Selanjutnya

Bank Mandiri ingin bantu percepatan infrastruktur Papua

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34352x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22784x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18897x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe