Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Saling lapor, Bawaslu Papua: JOSUA dan LUKMEN tak cukup bukti
  • Senin, 12 Maret 2018 — 17:07
  • 734x views

Saling lapor, Bawaslu Papua: JOSUA dan LUKMEN tak cukup bukti

"Sudah kami proses dan kami sudah kirim status laporannya kepada pihak terkait," katanya, Senin (12/3/2018).
Suasana kantor Bawaslu Papua - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua Bawaslu Papua, Fegie Y Wattimena mengatakan, laporan kuasa hukum pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Papua, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA) belum lama ini, terkait dugaan penggunaan fasilitas negara dan laporan dana kampanye paslon lain tidak memenuhi cukup bukti untuk diproses.

Menurutnya, untuk dugaan penggunaan fasilitas negara, saat itu belum masuk masa kampanye. Begitu juga masalah laporan dana kampanye, tidak ada sanksi yang jelas.

"Sudah kami proses dan kami sudah kirim status laporannya kepada pihak terkait," katanya, Senin (12/3/2018).

Terkait kemungkinan langkah hukum lainnya yang akan ditempuh kuasa hukum paslon cagub dan cawagub Papua Lukas Enembe-Klemen Tinal (LUKMEN), kata Fegie, pihaknya siap. Termasuk jika tim kuasa hukum LUKMEN mengajukan masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

"Silahkan, itu hak mereka dan dijamin undang-undang. Ini risiko pekerjaan kami. Kami siap hadir memberikan keterangan kalau dibutuhkan," ujarnya.

Menurutnya, tak hanya kasus itu, Bawaslu juga telah menolak permohonan kuasa hukum LUKMEN terkait ijazah cawagub, John Wempi Wetipo (JWW) karena pihaknya belum menemukan bukti putusan pengadilan terkait ijazah dari STISIPOL Jayapura yang diadukan itu.

"Waktu pendaftaran itu kan yang dimasukkan ijazah S1 dan S2 dari Uncen. Untuk membuktikan itu kami mengundang perwakilan Uncen dalam sidang sengketa. Pihak Uncen mengakui jika ijazah S1 dan S2 yang digunakan pihak terkait itu sah,” katanya.

Terkait pengaduan paslon JOSUA yang dinyatakan Bawaslu tidak cukup bukti, kuasa hukum JOSUA, Paskalis Letsoin mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi itu.

"Iya, sudah disampaikan ke kami. Alasan Bawaslu karena tidak cukup bukti. Mengenai dugaan penggunaan fasilitas negara, Bawaslu menyatakan itu belum masa kampanye," kata Paskalis. (*)

loading...

Sebelumnya

Bawaslu tegur salah satu media cetak di Jayapura

Selanjutnya

Tiga faktor penyebab konflik Pilkada

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34214x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21646x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18286x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe