Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Advertorial
  3. HMS temui banyak persoalan di Pasar Pharaa 
  • Selasa, 20 Maret 2018 — 21:08
  • 616x views

HMS temui banyak persoalan di Pasar Pharaa 

"Air, listrik, petugas kebersihan, dan petugas keamanan adalah bagian yang tidak terlepas dari fasilitas di pasar. Itu sudah diketahui oleh pemerintah di sini. Bupati-bupati di perkotaan sudah tahu akan hal ini, tidak perlu diberitahukan lagi. Tetapi kondisi yang ditemui saat ini sangat disayangkan sekali," kata HMS.
HMS saat mendengar keluhan para pedagang di Pasar Pharaa Sentani, Selasa (20/3/2018) - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi - Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae (HMS), Selasa (20/3/2018), melakukan kunjungan ke Pasar Pharaa Sentani. Dalam kunjungan tersebut banyak hal ditemui dari fasilitas layanan publik terbesar di daerah ini. 

HMS, sapaan akrabnya, mengatakan konsep pembangunan Pasar Pharaa sesungguhnya sudah baik tetapi fasilitas pendukung di pasar harus disiapkan juga. 

"Air, listrik, petugas kebersihan, dan petugas keamanan adalah bagian yang tidak terlepas dari fasilitas di pasar. Itu sudah diketahui oleh pemerintah di sini. Bupati-bupati di perkotaan sudah tahu akan hal ini, tidak perlu diberitahukan lagi. Tetapi kondisi yang ditemui saat ini sangat disayangkan sekali," kata HMS.

Tidak di Pasar Pharaa saja, HMS dalam kunjungan beberapa waktu lalu, bertemu masyarakat di Kampung Sarmaikrang. Masyarakat di kampung tersebut mengeluh soal keberadaan pasar mereka yang sudah dibangun selama tiga tahun namun belum juga diresmikan penggunaanya hingga saat ini. 

"Kalau pemerintah pusat tidak bisa meresmikan maka pemerintah kabupaten atau provinsi harusnya meresmikan pasar yang berdiri di atas lahan dua hektar itu. Dimana lahan tersebut diberikan secara sukarela oleh masyarakat," ujarnya. 

Salim, seorang pedagang kelontong di Pasar Pharaa Sentani mengatakan pasar ini seperti tidak tertata dengan baik.

Pedagang yang tinggal di Kampung Buton ini mengakui sangat kenal dengan sosok yang diakui sebagai Bapak Pemberdayaan dimasa  kepemimpinannya. 

"Banyak persoalan yang belum dituntaskan di pasar ini,  mulai dari air, listrik, toilet umum, sampai pembagian tempat jual belum ditata dengan baik," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

BRI Jayapura belum temukan korban skimming

Selanjutnya

Cawagub paslon nomor dua dilarang kunjungi RSUD Yowari 

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33873x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17837x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17073x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe