Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ketua MRP: Paham radikal harus dibasmi
  • Rabu, 21 Maret 2018 — 11:58
  • 1315x views

Ketua MRP: Paham radikal harus dibasmi

Papua sudah damai jangan sampai disusupi oleh oknum mengatasnamakan agama yang mengacaukan.
Suasana Penandatanganan kesepakatan bersama menolak dan melarang paham radikalisme di Papua - Jubi/Alex.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timutius Murib, menyatakan akan membaswi paham radikal yang masuk ke wilayah Papua, termasuk yang dibawa oleh Jafar Umar Thalib di Kabupaten Keerom. Murib mengatakan, tanah Papua sudah damai jangan sampai disusupi oleh oknum mengatasnamakan agama yang mengacaukan.

“Saya mau tegaskan bahwa, dia (Jafar Umar Thalib) harus dikeluarkan dari tanah Papua. Karena dia telah membawa paham radikal ke Papua yang merupakan tanah damai,” kata Murib menjawab pertanyaan Jubi, Rabu (21/3/2018) di Jayapura.

Ia juga sudah bertemu langsung dengan Bupati Keerom meminta agar segera menindak Jafar Umar Thalib dan melarang pembangunan pondok pesantren yang berada di Arso XIV. “Harus ada langkah tegas dari pemerintah daerah dan aparat keamanan. Bila perlu, dia harus diusir dari Papua, kembalikan ke tanah kelahirannya,” kata Murib menjelaskan.

Nama Jafar Umar Thalib disebut dalam sosialisasi Ormas radikal oleh pemerintah Kota Jayapura. Orang itu perlu diwaspadai sebagai penyebar kebencian dan anti toleran di Papua.

Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, Kota Jayapura, Everth Merauje, menyatakan sebelum pindah ke Kabupaten Keerom, Jafar Umar Thalib bermukim di area Koya Barat distrik Muara Tami. Everth mengaku terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menerima organisasi kemasyarakatan radikal dan Jafar Umar Thalib di Kota Jayapura.

“Sekarang dia bermukim di kabupaten Keerom, dia membeli tanah seluas 28 hektare awalnya digunakan untuk pertanian, tetapi dialih fungsikan untuk membangun pesantren,”  kata Everth.

Ia memastikan tidak melarang penyebarkan agama karena telah dijamin undang-undang dan dilindungi negara. Selain itu juga setiap orang berhak memeluk agamanya masing-masing.

“Namun yang ditentang ialah radikalisme tidak mengikuti empat pilar bangsa, UUD 1945, Pancasila, dan NKRI,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pengalangan dana korban gempa bumi di PNG terus dilakukan

Selanjutnya

NU menilai ada salah paham soal menara masjid

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33849x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17812x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17051x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe