Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Gas beracun di Kawah Ijen aktivitas rutin
  • Jumat, 23 Maret 2018 — 11:41
  • 886x views

Gas beracun di Kawah Ijen aktivitas rutin

"Letupan tersebut muncul karena air hujan membuat permukaan kawah yang panas menjadi dingin, sehingga muncul letupan material gas vulkanik yang sangat berbahaya," terangnya
Ribuan wisatawan mengunjungi Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Bondowoso, 7 Mei 2016. Gunung Ijen menjadi salah satu tempat wisata favorit untuk menikmati pemandangan fenomena blue fire - TEMPO/Frannoto
ANTARA
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Banyuwangi, Jubi – Sejumlah warga di bantaran Sungai Banyupahit dan Watucapil yang mengalami keracunan gas yang berasal dari Kawah Ijen di daerah Sungai Banyupait, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso sudah dibawa ke puskesmas dan RSUD Bondowoso, Rabu (21/3/2018) malam.

Menanggapi adanya gas beracun ini, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Bambang Heri Purwanto mengatakan, fenomena munculnya letupan gas beracun di kawah Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.368 meter dari permukaan laut itu merupakan aktivitas rutin.

"Setiap tahun, gas beracun itu muncul pada musim hujan, terutama pada bulan Januari hingga Maret karena permukaan suhu dingin, namun di dalam kawah panas, sehingga terjadi letupan yang membawa material gas," katanya saat dihubungi dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/3/2018).

Letupan yang terjadi pada Rabu malam (21/3/2018) disertai material gas mengalir ke arah Kabupaten Bondowoso dengan mengikuti arah angin kemudian terhirup oleh warga yang tinggal di bantaran Sungai Banyupait.

"Letupan tersebut muncul karena air hujan membuat permukaan kawah yang panas menjadi dingin, sehingga muncul letupan material gas vulkanik yang sangat berbahaya," terangnya.

Kata dia, para penambang belerang sempat mendengar suara letusan, namun letusan tersebut jenisnya freatik dan bukan magmatik, sangat lemah namun mengeluarkan gas yang sangat berbahaya.

"Petugas sudah mengecek ke kawah Ijen dan kondisinya sudah normal. Air kawah berwarna hijau muda, namun secara visual ada bekas letusan freatik," katanya.

Ia mengimbau, kepada pihak pengelola kawasan yakni BKSDA agar mewaspadai setiap kali muncul gas beracun dan menutup sementara pendakian ke Kawah Gunung Ijen baik bagi wisatawan maupun penambang belerang. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga elpiji mahal, Pertamina: Akibat ongkos angkut

Selanjutnya

37 pejabat penegak hukum ikuti diklat gugatan perdata lingkungan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23599x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19242x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15688x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12760x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe