Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya panen padi perdana 2018
  • Jumat, 23 Maret 2018 — 16:29
  • 873x views

Jayawijaya panen padi perdana 2018

Kegiatan memanen di lahan seluas dua hektare itu menghadirkan Asisten Staf Khusus Presiden, Riyan Sumindar,
Panen perdana padi di kelompok tani Wiyaima, Distrik Asolokobal, Jayawijaya, Jumat (23/3/2018)-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi – Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, menggelar panen perdana padi tahun 2018, di persawahan milik kelompok tani Wiyaima, Distrik Asolokobal. Kegiatan memanen di lahan seluas dua hektare itu menghadirkan Asisten Staf Khusus Presiden, Riyan Sumindar,

“Ke depan setelah panen upaya kami terus bagaimana menggiatkan pendampingan dan pembinaan kepada petani padi agar usahanya terus berlanjut,” kata Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya, Hendri Tetelepta, saat panen raya, Jumat (23/3/2018).

Menurut Tetelepta, Pemkab Jayawijaya melakukan berbagai upaya yang fokus peningkatan para petani. “Baik berupa pemberian bantuan peralatan, pupuk dan bibit,” kata Tetelepta, menjelaskan.

Tercatat peralatan yang diberikan selama ini traktor sarana infrastruktur irigasi di 15 titik dalam bentuk irigasi air tanah dangkal, dalam, embung dan bendungan.

Asisten Staf Khusus Presiden, Riyan Sumindar, mengaku bangga dengan panen perdana padi di kelompok tani ini, dan diharapkan dapat menjadi pemicu untuk pengembangan ekonomi di desa.

“Masalah yang dihadapi para petani memang dari sisi bibit yang masih menggunakan bibit lama, sehingga perlu intervensi dari pemerintah baik dari pusat hingga daerah untuk mendapatkan bibit baru,” kata Riyan.

Ia mengharap agar lahan yang ditanami padi dapat berkembang sehingga bisa menjadi pengembangan perekonomian masyarakat. “Jika sekarang hanya dua hektare yang ditanam padi, ke depan bisa puluhan hektare agar penjualan harga beras yang dihasilkan dapat lebih banyak dari sebelumnya,” kata Riyan menjelaskan.

Ketua kelompok tani Wiyaima, Distrik Asolokobal, Ruben Lokobal, mengaku  punya keinginan membuka lahan kembali yang lebih luas, keinginan itu sudah dipikirkan kelompok tani Wiyaima.

“Kendala yang dihadapi untuk membuka lahan baru nanti ialah soal belum adanya irigasi dan juga peralatan, sehingga Ruben berharap agar hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya .

Ia mentargetkan membuka lagi lahan seluas 40 hektare. Dengan begitu ia berharap ndampingan dari dinas pertanian agar dapat menunjang keinginan petani terwujud. (*)

loading...

Sebelumnya

Berstatus tersangka, mantan Kadinkes Mimika belum ditahan

Selanjutnya

Lapas Timika bangun tembok anti panjat sepanjang 500 meter

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23620x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19252x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15694x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12766x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe