Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Lapas di Papua butuh perhatian
  • Minggu, 06 November 2016 — 18:49
  • 2261x views

Lapas di Papua butuh perhatian

"Misalnya jumlah tahanan dan narapidana sudah melebihi kapasitas Lapas. Belum lagi fasilitas dan sarana pendukung yang sudah tak memadai. Petugas Lapas yang jumlahnya terbatas dan hal lainnya," kata Tan akhir pekan lalu.
Lembaga Pemasyarakatan Klas II B di Wamena, Jayawijaya
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Tan Wie Long menyatakan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Papua butuh perhatian.

Sekretaris Fraksi Golkar DPR Papua itu mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM perlu memberikan perhatian terhadap Lapas di Papua, lantaran bisa dikata sebagian besar Lapas di provinsi paling timur Indonesia itu kondisinya sudah tak memungkinkan.

"Misalnya jumlah tahanan dan narapidana sudah melebihi kapasitas Lapas. Belum lagi fasilitas dan sarana pendukung yang sudah tak memadai. Petugas Lapas yang jumlahnya terbatas dan hal lainnya," kata Tan akhir pekan lalu.

Ia mencontohkan Lapas Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Di Lapas itu hampir setiap tahun selalu ada warga binaan yang melarikan diri. Ia menduga, hal itu disebabkan berbagai faktor.

"Bisa saja karena warga binaan yang ada di Lapas sudah melebihi kapasitas Lapas. Di sisi lain, fasilitas dan sarana pendukung tak memadai dan faktor lainnya," ucap Tan.

Tan juga mengingatkan pihak Lapas agar pro aktif. Jika ada hal yang harus dibenahi di Lapas, apakah fasilitas penunjang dan lainnya, perlu disampaikan ke Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM yang ada di Papua. Kalau perlu menyampaikan langsung ke Kementerian Hukum dan HAM agar ada pembenahan.

"Lapas inikan dibawah Kementerian Hukum dan HAM. Di daerah perpanjangan tangan Kementerian Hukum dan HAM adalah Kantor Wilayah Hukum dan HAM. Ini instrasi vertikal. Tapi saya rasa tak menutup kemungkinan pemerintah provinsi bisa membantu jika ada koordinasi," katanya.

Terpisah, Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau mengatakan, tak hanya kondisi Lapas yang ada kini butuh perhatian. Namun kementerian terkait perlu memperhatikan pentingnya ada Lapas anak di Papua.

"Hingga kini Papua belum memiliki Lapas anak. Jika ada tahanan anak, masih berbaur dengan warga binaan dewasa. Ini jelas tak baik untuk psikologi anak. Pihak terkait di Papua perlu memikirkan itu dan membangun koordinasi dengan kementerian yang berwenang," kata Mathea. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Jokowi semangat bangun listrik di Papua, PLN malah sering padamkan listrik

Selanjutnya

Pemda Yahukimo sedang siapkan permintaan Boeing Trigana masuk Dekai

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34478x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23197x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19035x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15595x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe