Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Mahasiswa Jayawijaya ancam palang kargo ke Wamena, jika Pemkab abaikan keluhan
  • Kamis, 12 April 2018 — 11:44
  • 835x views

Mahasiswa Jayawijaya ancam palang kargo ke Wamena, jika Pemkab abaikan keluhan

“Terakhir itu bulan November kami dapat bantuan itu. Bantuan itu berupa beras, minyak goreng dan garam. Kadang-kadang ada juga mie instan dan kopi,” kata Linda Dabily, wakil ketua Asrama Putri La’uk.
Mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya saat menyampaikan keluhan mereka di Kantor Redaksi Jubi, Kamis (12/4/2018) - Jubi/Victor Mambor
Victor Mambor
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Belasan mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalani studi di Kota Jayapura mendatangi Kantor Redaksi Jubi untuk menyampaikan keluhan mereka berkaitan dengan fasilitas listrik dan air di tiga asrama.

Masing-masing asrama tersebut adalah asrama Nayak II di Tanah Hitam, Nayak III di Tanjakan Ale-ale dan Asrama Putri La’uk di Padang Bulan II.

Belasan mahasiswa ini mengeluh lantaran keluhan mereka yang sudah disampaikan kepada Penjabat Bupati Jayawijaya maupun Sekretaris Daerah setempat, belum ditanggapi hingga hari ini. Asrama Nayak III sejak tiga bulan lalu telah dicabut meterannya. Demikian juga Asrama Putri La’uk yang sejak bulan Februari lalu telah dicabut meterannya akibat tunggakan yang belum dibayarkan.

“Karena air kami itu dari sumur bor, otomatis kami tidak bisa ambil air karena listrik sudah diputus, meterannya dicabut. Jadi kalau untuk masak kami minta di sumber air milik PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di dekat asrama Nayak III,” ungkap kordinator mahasiswa dari tiga asrama tersebut, Wempi Asso, Kamis (12/4/2018) di Kantor Redaksi Jubi.

Untuk kebutuhan mencuci dan mandi, mahasiswa-mahasiswa ini harus pergi ke Kali Kamp Wolker atau Kali Buper di Waena.

Tak hanya listrik dan air yang dikeluhkan oleh mahasiswa asal Jayawijaya ini. Mereka juga mengeluh karena bahan makanan yang biasanya dibantu oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya setiap tiga bulan sudah sekitar lima bulan ini tidak mereka dapatkan.

“Terakhir itu bulan November kami dapat bantuan itu. Bantuan itu berupa beras, minyak goreng dan garam. Kadang-kadang ada juga mie instan dan kopi,” kata Linda Dabily, wakil ketua Asrama Putri La’uk.

Asrama Nayak II dihuni sekitar 62 mahasiswa dan asrama Nayak III dihuni 37 mahasiswa. Sementara di Asrama Putri La’uk ada sekitar 47 mahasiswi yang tinggal.

“Kalau kondisi listrik terus seperti saat ini, bagaimana kami bisa fokus belajar? Kami sudah sampaikan kepada Penjabat Bupati dan Sekda tapi belum ada tindakan nyata hingga saat ini,” lanjut Ketua Asrama Nayak II, Obinus Meaga yang dibenarkan oleh Fredy Itlay, Ketua Asrama Nayak III.

Itlay menambahkan, satu kamar di tiga asrama tersebut berukuran 2,5 x 4 meter dan diisi oleh 3-4 mahasiswa. Kalau ada mahasiswa baru, sebagian terpaksa pilih tinggal di keluarga mereka karena asrama-asrama itu sudah penuh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Yohanes Walilo yang dihubungi Jubi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sudah menganggarkan bantuan untuk pembayaran listrik maupun bantuan bahan makanan. Namun karena ada satu dan lain hal di Kantor Perwakilan Jayawijaya di Jayapura, maka bantuan tersebut belum tersalurkan.

“Dalam satu dua hari ini kami akan atasi persoalan itu,” kata Sekda Walilo.

Meski demikian, para mahasiswa yang kecewa karena keluhan mereka tidak mendapatkan respons nyata dalam beberapa bulan belakangan ini mengancam akan menghentikan pengiriman kargo dari Jayapura ke Wamena.

“Jika tidak ada tindakan yang nyata, kami sudah sepakat untuk palang kargo di bandara Sentani yang akan dikirim dari Jayapura ke Wamena pada hari Senin depan,” ujar Wempi Asso. (*)

loading...

Sebelumnya

Kecewa panitia, peserta jalan santai HUT ke-15 Pegunungan Bintang bakar panggung

Selanjutnya

Sekda: Materi RKPD harus sesuai dengan visi misi Bupati

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23162x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19025x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe