Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Mahasiswa Papua di Australia minta pembebasan warga kampung Waa
  • Kamis, 12 April 2018 — 16:01
  • 2188x views

Mahasiswa Papua di Australia minta pembebasan warga kampung Waa

Mereka beralasan warga sipil yang ditahan tak punya kaitan dengan gerakan separatis.
Mahasiswa Papua asli kampung Waa yang sedang menimba ilmu di Autralia, dintaranya Araminus Omaleng, Simson Omabak dan Felix Degei – Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Paniai, Jubi - Para mahasiswa asli Kampung Waa, yang sedang mengenyam pendidika di Australia minta aparat TNI dan Polri segera membebaskan warga sipil asal daerahnya yang ditahan. Mereka beralasan warga sipil yang ditahan tak punya kaitan dengan gerakan separatis.

“Warga kampung Waa, di Distrik Tembagapura yang ditawan oleh militer Indonesia sejak tanggal 1 April itu murni rakyat biasa,” ujar Felix Degei, seorang mahasiswa yang sedang studi di Australi, kepada Jubi, Kamis, (14/3/2018).

Alumnus Uncen Jayapura itu menyebutkan harus segera mengakui bahwa korban atas nama Alm. Timotius Omabak, seorang PNS berusia 45, Heri Beanal, anak berusia 10 tahun dan Iron Omabak, 9 tahun  adalah para warga sipil tidak bersalah yang jadi korban dari operasi militer Indonesia.

Araminus Omaleng, mahasiswa lain menyatakan militer harus segera mengeluarkan imbauan secara lisan maupun tulisan bahwa masyarakat sipil kampung Waa boleh melakukan aktivitas seperti biasa tanpa ada kecurigaan.

“Kampung Waa adalah tanah leluhur masyarakat Amungme. Oleh sebab itu, militer hentikan aksi mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat,” ujar Araminus Omaleng.

Ia minta  PT.Freeport Indonesia dan TNI harus bertanggungjawab memberikan ganti rugi semua fasilitas yang telah dirusak dan dibakar dalam operasi militer yang dilakukan.

Tercatat kampung Waa adalah sebutan untuk empat kampung yang berlokasi dekat daerah penambangan PT. Freeport Distrik Tembagapura Papua, antara lain Kembeli, Banti 1, Banti 2 dan Opitawak. (*)

loading...

Sebelumnya

Meski harus urus persyaratan berbelit, akhirnya sertifikat tanah di tangan

Selanjutnya

Ini agenda kunjungan Presiden Jokowi di Sorong

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33558x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17389x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16779x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe