Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Polinesia Prancis siap sambut pemilihan teritorial
  • Jumat, 20 April 2018 — 20:23
  • 604x views

Polinesia Prancis siap sambut pemilihan teritorial

Pemilihan akan dilakukan dalam dua putaran, yang mana partai-partai berhasil mengamankan lebih dari 12,5 persen suara lolos ke putaran kedua pada 6 Mei mendatang.
Gaston Flosse dan Edouard Fritch saat masih berada di bawah Partai Tahoeraa Huiraatira tahun 2013. - RNZI Walter Zweifel
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Papeete, Jubi - Rakyat Polinesia Prancis yang terdaftar untuk memilih akan mengunjungi tempat pemungutan suara 22 April, untuk memilih perwakilan majelis legislatif teritorial baru yang beranggotakan 57 orang.

Pemilihan akan dilakukan dalam dua putaran, yang mana partai-partai berhasil mengamankan lebih dari 12,5 persen suara lolos ke putaran kedua pada 6 Mei mendatang.

Sebanyak enam partai telah terdaftar untuk pemilihan nasional teritorial itu tahun ini.

Di antara enam partai tersebut, hanya dua partai yang juga terdaftar dalam pemilu lima tahun yang lalu, namun tidak satu pun dari kedua partai itu yang memimpin parlemen negara tersebut menjelang pemilu.

Partai Tahoeraa Huiraatira dan Partai pro-kemerdekaan Tavini Huiraatira berada dalam blok oposisi, namun keduanya memiliki peluang besar untuk kembali berkuasa, terutama karena sistem pemilihan yang unik.

Pemerintah yang akan keluar terdiri dari anggota-anggota Partai Tapura Huiraatira yang baru dibentuk, dan telah berhasil menyerap satu per satu anggota majelis dari Partai Tahoeraa di bawah pimpinan oleh Gaston Flosse.

Konflik internal Partai Tahoeraa dimulai pada akhir 2014, setelah Flosse dipaksa mengundurkan diri dan dilarang untuk memegang jabatan akibat tuduhan korupsi.

Nasib Glosse telah berfluktuasi selama lebih dari satu dekade, namun dia mencapai kemenangan sebentar saat pemilihan 2013 ketika partainya memenangkan dua per tiga kursi di majelis legislatif.

Wakil Ketua Partai dan penerusnya sebagai Presiden, Edouard Fritch, lalu melanggar peraturan partai, membelot, dan ditendang keluar dari Tahoeraa.

Akhirnya semua politisi anti-kemerdekaan yang tidak berada di partai Flosse, berkumpul dan membentuk partai baru Tapura Huiraatira tahun lalu yang hingga kini merupakan mayoritas.

Putaran pertama pemilu diharapkan akan mengeliminasi sekitar setengah dari enam partai itu, karena tidak mencapai batas 12,5 persen.

Tidak ada jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilu ini

Partai Tavini Huiraatira, menyerukan kejujuran dalam politik dan mendesak rakyat untuk tidak memilih politisi yang sudah dihukum karena menyalahgunakan dana masyarakat.

Mereka menyinggung Partai Tapura milik Edouard Fritch, yang sembilan anggotanya merupakan narapidana korupsi, serta Parta Tahoeraa, yang dipimpin oleh penjahat  korupsi terburuk di wilayah itu dan wakil presiden, Gaston Flosse. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Komisi Bipartisan PNG sarankan penanganan referendum Bougainville

Selanjutnya

Festival Seni tahunan Kepulauan Mariana pekan depan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23360x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19090x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12620x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe