Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Pluralisme, demokrasi, dan rekomendasi HMI Papua
  • Rabu, 09 Mei 2018 — 19:54
  • 1725x views

Pluralisme, demokrasi, dan rekomendasi HMI Papua

“Solusinya, HMI menyatukan Islam dan nasionalisme. Itu solusinya. Secara akademis kita mengusulkan Pancasila sebagai ideologi dunia untuk diskusi, mengimplementasikan bersama dari Sabang sampai Merauke,” kata Sadan kepada wartawan. 
Ilustrasi kerukunan di Papua. Umat Islam di Serui ketika menggelar salat ied di depan Gereja Imannuel Serui – Facebook/Papua Damai
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

TERIAKAN lantang, riuh rendah, terdengar dari dalam ruangan pertemuan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua di Kotaraja, Abepura, Jumat, 4 Mei 2018.

Kursi berjejeran rapi membentuk huruf U, semakin menjadikan kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dekat dan akrab. Namun, mereka fokus mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK Tingkat III. Pelatihan ini paling tinggi di perkumpulan HMI, yang digelar Badan Koordinasi HMI Papua dan Papua Barat.

Pengurus Besar HMI, Sadan Al Jihad, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan berbicara tentang (rasa) kebangsaan dan keislaman jangan sampai dipisahkan oleh isu-isu radikalisme.

“Solusinya, HMI menyatukan Islam dan nasionalisme. Itu solusinya. Secara akademis kita mengusulkan Pancasila sebagai ideologi dunia untuk diskusi, mengimplementasikan bersama dari Sabang sampai Merauke,” kata Sadan kepada wartawan. 

Ia melanjutkan pihaknya akan menemui Kemendagri untuk bersama-sama menyelaraskan pandangan untuk menangkal paham radikalisme. “Kami juga akan memberitahukan agar pengurus HMI di 15 titik akan berdiskusi terkait dengan paham radikalisme. Paham ini menjadi radikalisme ketika sudut pandangnya radikalisme,” katanya.

“Padahal Islam itu bukan demikian. Islam Indonesia, Islam yang mengedepankan kebudayaan maka islam itu islam yang substantif, bukan islam yang ikut-ikutan,” lanjutnya.

Sadan Al Jihad mengatakan, “Islam bukan menjadi komoditas politik, kalau dalam bahasa Cak Imin: ’partai islam no, islam yes,’. Oleh sebabnya, Islam jangan dipolititisasi,” ujarnya.

Dengan demikian, HMI memahami bahwa Islam bukanlah komoditas politik, tetapi sebagai substantif wajah untuk kedamaian.

Menurut dia, islamfobia dan kekhawatiran terhadap pemahaman radikal dan islam kultural harus disangkal dengan kultural islam yang lebih berbudaya.

“Karena pemahaman itu dilakukan secara holistik di kebudayaan negeri ini, maka kesepahaman dan islam itu sama. Kalau misalnya islam dan kebudaayaan berbeda akan ada pertentangan antara islam dan budaya itu sendiri,” katanya.

Lanjut Sadan, isu yang berkembang hari ini mengenai islam transnasional, ini yang harus diubah sehingga HMI menyatukan islam dan kebangsaan.

“Oleh sebab itu, saya mengapresiasi pluraslime dan keberagaman di Indonesia khususnya di Papua. Saya tidak ada masalah apabila kita sama-sama menjaga gereja saat hari raya,” ujarnya.

“(HMI) Cabang Jayapura sudah melakukan(nya) tidak ada batasan untuk kemanusian. Bahkan agama hanya menjadi saluran untuk berkomunikasi dengan Tuhan, sehingga kita tidak saling menjatuhkan satu sama lain,” lanjutnya.

Rekomendasi BP HMI untuk Papua

Sadan mengatakan pihaknya juga akan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang diangkat bersama. Rekomendasi ini disampaikan dan disalurkan bersama untuk pemerintah (Mendagri) atau instansi terkait, yang berhubungan dengan isu-isu yang diangkat menjadi rekomendasi HMI di Papua.

“PB HMI organisai bisa menjaga kedaulatan bangsa secara kemajemukan, perekonomian, sosial, politik, budaya. PB HMI menjaga toleransi kebangsaan dan kebudayan di Papua,” katanya.  

Kata Sudan, setiap elemen organisasi dituntut mampu menjaga Papua Tanah Damai. Kekerabatan antara keluarga suku lintas agama yang kita jaga. “Bagaimana menangkal pihak-pihak yang merusak pluralisme yang ada di Tanah Papua, karena beberapa waktu dikaitkan dengan isu yang memecah-belah kita dengan kondisi Papua,” katanya.

“Saya mengajak pemuda bergandengan tangan menguatkan barisan dan menjaga nilai-nilai yang ada dalam organisasi kita aplikasikan, pertahankan,” tambahnya.

Ketua Badan Koordinasi HMI Papua dan Papua Barat, Nasrul, mengatakan Papua sangat pluralis, sehingga semua orang harus menjaga keragaman ini.

“Tanah damai sudah terjaga, kekerabatan antara keluarga suku lintas agama yang harus kita jaga,” katanya.

Dirinya bahkan meminta semua pemuda merapatkan barisan untuk menjaga nilai-nilai luhur pluralisme, demokrasi di Papua.

Nasrul mengatakan kebudayaan tentang demokrasi itu tercipta ketika kita mengedepankan nilai-nilai pluralisme, nilai-nilai kesetaraan, kebudayaan, dan keagamaan.

“Itulah yang kita maknai dengan pluralisme. Tidak bisa kita melepaskan nilai-nilai pluralisme dari kehidupan mahasiswa islam karena HMI terdiri dari 216 cabang dari 420 kabupaten/kota di Indonesia. Artinya hampir setengah di republik ini ada cabang HMI. Di situlah fenomena menjaga pliralisme dan keberagaman,” katanya.

Ketua HMI Cabang Jayapura, Muhamad Sabda Nawarisah, menilai kondisi kekinian di Kota Jayapura menjadi barometer politik, ekonomi, sosial, budaya di Papua.

“Pluralisme di Papua itu sudah ada, tinggal bagaimana kita menjaga dari oknum tertentu yang sengaja merusak kehidupan toleransi di Papua, khususnya Kota Jayapura,” katanya.

Sabda berterima kasih juga kepada pengurus besar HMI yang mempercayakan Kota Jayapura sebagai tuan rumah penyelenggaraan latihan formal.

“Kondisi Papua yang jauh hari ini Kota Jayapura dan Papua baik pluralisme berjalan baik. Kami selalu berdiskusi lintas paguyuban agar tetap menjaga kebudayaan dan pluralisme di Papua,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Songsong referendum Bougainville 2019

Selanjutnya

Fungsi ganda terminal Oyehe

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34471x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23177x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19030x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe