Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Paris harus berani bahas Polinesia Prancis
  • Kamis, 17 Mei 2018 — 17:24
  • 728x views

Paris harus berani bahas Polinesia Prancis

Moetai Brotherson berspekulasi bahwa mungkin Prancis bertindak keras dalam kasus Kaledonia Baru, karena ancaman oleh pergerakan separatis Kanak yang dikhawatirkan akan terulang kembali.
Politisi Pro-kemerdekaan Polinesia Prancis, Moetai Brotherson. - RNZI/ AFP
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tahiti, Jubi - Seorang politisi Pro-kemerdekaan Polinesia Prancis yang terkemuka menyebut, sikap Pemerintah Prancis terhadap koloni mereka di Pasifik seperti penderita skizofrenia.

Lima tahun lalu, Majelis Umum PBB kembali memasukkan Polinesia Prancis dalam daftar dekolonisasi, namun Moetai Brotherson mengatakan bahwa para diplomat Prancis masih saja memboikot upaya negosiasi PBB terkait teritori tersebut.

Paris menggambarkan masuknya kembali Polinesia Prancis dalam daftar Dekolonisasi itu sebagai campur tangan PBB yang berlebihan.

Brotherson menuturkan bahwa pada saat yang bersamaan, Paris bekerja sama dengan PBB di Kaledonia Baru yang juga terdaftar dengan Komite Dekolonisasi PBB, setelah kerusuhan tahun 1980-an.

“Ketika Kaledonia Baru dibahas di PBB mereka (Prancis) tetap tinggal di dalam aula pertemuan, sedangkan setiap kali topik Polinesia Prancis dibahas, mereka langsung meninggalkan ruangan rapat dan kemudian kembali setelah pembahasan itu selesai. Menurut kita ini adalah bukti ketidaksopanan mereka dan, menurut kita, sudah waktunya mereka mengubah respons mereka yang lama.”

Moetai Brotherson berspekulasi bahwa mungkin Prancis bertindak keras dalam kasus Kaledonia Baru, karena ancaman oleh pergerakan separatis Kanak yang dikhawatirkan akan terulang kembali.

“Semuanya ini karena kekerasan. Kami sangat bangga dan sangat senang karena kami dapat dimasukkan ke daftar dekolonisasi tanpa pertumpahan darah, sedangkan di Kaledonia Baru lebih dari 80 jiwa harus korban untuk itu.”

“Jadi mungkin kekerasan itu adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh Prancis, ini sangat disayangkan,” tambahnya.

Prancis menghapus seluruh wilayah mereka di Pasifik dari daftar dekolonisasi PBB di 1947 - setahun setelah PBB meresmikan daftar itu.

Moetai Brotherson juga menyatakan keberatannya tentang rencana geopolitik Prancis.

Awal bulan ini, Presiden Emmanuel Macron mengatakan dalam kunjungannya ke Indo-Pasifik, bahwa ia ingin mencegah dominasi Tiongkok, karena hal ini nantinya dapat menciptakan hegemoni yang ujung-ujungnya akan mengurangi kebebasan.

Brotherson menjelaskan bahwa walaupun Presiden Macron menyadari lokasi Polinesia Prancis yang strategis, Tahiti dan pulau-pulaunya tidak boleh dilibatkan ke dalam rencana negara adidaya itu.

“Kami tidak ingin masa depan dimana kami digunakan sebagai pion catur oleh Prancis dalam permainan catur geostrategi,” katanya.

“Kami melihat diri kami sebagai bangsa yang sedang membangun. Posisi kami masih independen dan kami tidak ingin digunakan dan disalahgunakan oleh negara-negara adikuasa, tidak satu pun dari mereka, termasuk Prancis.” (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Kaum perempuan di Vanuatu buat petisi untuk pemerintah

Selanjutnya

Siklon Gita sebabkan kerugian AS$ 156 juta di Tonga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23165x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe