Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. PPPA Papua diminta berpihak kepada ibu dan anak
  • Selasa, 22 Mei 2018 — 21:15
  • 1177x views

PPPA Papua diminta berpihak kepada ibu dan anak

Kualitas standar kesehatan ibu dan anak di Papua masih menjadi perhatian.
Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak (kiri) saat memberikan bantuan kepada kader Posyandu - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi -Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Papua diminta memperhatikan program dan kegiatan yang berpihak pada ibu dan anak. Hal itu terkait kualitas standar kesehatan ibu dan anak di Papua yang masih menjadi perhatian pemerintah Provinsi agar terus ditingkatkan.

"Dalam membuat program atau kegiatan harus benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya ibu dan anak," kata Staf Ahli Gubernur Papua Ani Rumbiak saat membuka fasilitasi penguatan kapasitas kader posyandu dan PKK, di Jayapura, Selasa (22/5/2018).

Ia menekankan alokasi dana otonomi khusus sebesar 80 persen untuk kabupaten dan kota serta provinsi sebesar 20 persen yang harus menjadi perhatian. Langkah itu guna meningkatkan kualitas standar kesehatan ibu dan anak di masing-masing daerah.

"Hal itu tentu menjadi perhatian saya untuk meminta OPD terkait agar dapat berpikir membuat dan melaksanakan aturan pelaksanaannya, bagaimana mekanisme serta tata cara pelaksanaan program," ujar Rumbiak menambahkan.

Selain OPD, stakeholder lainnya juga diharapkan dapat berkolaborasi dan sinkronisasi dalam mengeksekusi pelaksanaan program, dengan harapan pada monitoring dan evaluasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kebijakan itu mengacu hasil survey demografi kesehatan Indonesia oloeh Kementerian Kesehatan tahun 201, yang menunjukan indikator-indikator derajat kesehatan di Papua yang masih sangat memperihatiankan.

"Provinsi Papua menempati urutan ke-3 teratas setelah provinsi Papua barat dan Maluku Utara untuk angka kematian ibu (AKI), ini sumber data dinas kesehatan provinsi Papua tahun 2014," katanya.

Rumbiak menyarankan agar Dinas PPPA meningkatkan kerja sama, koordinasi, konsultasi dengan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) yang ada di kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar,  mengatakan pertemuan yang dilakukan untuk evaluasi sejumlah program telah dilakukan kader Posyandu pada beberapa kabupaten, seperti Biak, Nabire, Timika dan Merauke. 

"Dari hasil evalusi yang kami lakukan sebelumnya menunjukan kader Posyandu membutuhkan beberapa fasilitas seperti timbangan bayi, kompor serta selimut bayi," kata Anike.

Dalam acara itu pemerintah provinsi Papua memberikan bantuan kepada masing peserta berupa selimut bayi, kompor timbangan bayi serta beberapa peralatan pendukung lainnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua masih aman dari makanan kedaluwarsa

Selanjutnya

MRP: Masyarakat jangan percaya isu SK pelantikan Bupati Lanny Jaya dan Tolikara

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34469x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23173x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19029x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe