Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kemenangan Trump buyarkan rencana transfer pengungsi
  • Minggu, 13 November 2016 — 18:16
  • 421x views

Kemenangan Trump buyarkan rencana transfer pengungsi

Hasil pemilu presiden Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump membuat kesepakatan transfer pengungsi antara pemerintah Australia dan AS menjadi tak menentu.
Suasana di kamp pulau Manus. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manus, Jubi – Hasil pemilu presiden Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump membuat kesepakatan transfer pengungsi antara pemerintah Australia dan AS menjadi tak menentu. Padahal, Australia tengah bersiap-siap mengirimkan ratusan pengungsi yang ditampungnya di pulau Manus dan Nauru ke Amerika Serikat.

Meski telah bocor ke publik melalui, para menteri dan unsur pemerintahan Australia masih menutup rapat-rapat informasi ini. Beberapa sumber yang dikutip ABC dan the Australian telah mengonfirmasi adanya kesepakatan antara AS dan Australia tentang pengiriman 1.300 pengungsi dari pulau Manus dan Nauru ke AS.

Dalam kesepakatan itu, AS akan menjadi negara penerima pengungsi dan pencari suaka yang telah bertahun-tahun tidak memiliki kejelasan nasib di Nauru dan Manus.

Namun, Donald Trump dalam kampanye-kampanyenya telah mengambil posisi berseberangan dengan kebijakan Obama terkait imigrasi. Trump bahkan mengancam akan menghentikan imigran beragama Islam.

Kubu Liberal dari Australia, Christopher Pyne menolak anggapan bahwa kesepakatan antara Australia dan AS itu akan berlanjut. Sebab, tanpa kehadiran Trump menjadi presiden AS pun, kesepakatan itu baru akan disahkan Gedung Putih Januari nanti. “Masih panjang waktunya, ada sekitar 2,5 bulan lagi. Dan jika kesepakatan ini benar-benar tercapai, akan menjadi prestasi bagi pemerintahan Turnbull,” ujar Pyne.

Juru bicara Imigrasi Perburuhan, Shayne Neumann menyambut baik prospek kesepakatan transfer pengungsi ke AS ini. Namun, ia masih menunggu kebijakan detail lebih lanjut dari pemerintahan federal. “Kita sangat senang jika negara seperti AS menjadi tempat bagi para pengungsi nanti. AS adalah salah satu negara terbesar penampung pengungsi di dunia,” katanya.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull menolak berkomentar tentang berbagai spekulasi terkait kebijakan pengungsi tersebut. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Australia disarankan kurangi bantuan ke PNG

Selanjutnya

Kasus Vilikesa Soko coreng kepolisian Fiji

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34414x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22997x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18975x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe