Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Penambangan ilegal di Karawang ditutup
  • Kamis, 07 Juni 2018 — 19:49
  • 1713x views

Penambangan ilegal di Karawang ditutup

Penutupan kegiatan pertambangan jenis galian tanah merah milik seoarang berinisial AM itu berawal dari informasi masyarakat.
Salah satu lokasi tambang emas di Nabire, Papua - Dok. Jubi
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Karawang, Jubi - Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menutup  aktivitas penambangan galian tanah merah di Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, wilayah Karawang selatan yang diduga ilegal. Penutupan kegiatan pertambangan jenis galian tanah merah milik seoarang berinisial AM itu berawal dari informasi masyarakat.

"Kegiatan galiannya resmi dihentikan total dan di lokasi telah dipasang garis polisi," kata Kapolres Karwang, AKBP Slamet Waloya, Kamis (7/6/2018).

Alasan menutup kegiatan galian tanah merah karena alat berat yang dipakai menambang menggunakan BBM jenis solar bersubsidi, selain itu kegiatan penambangannya juga diduga tidak memiliki izin penambangan.

“Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, terdapat satu alat berat dan menurut keterangan penambangan alat berat dan tanah dari lahan tersebut milik AM yang beralamat di daerah Cikarang,”kata Slamet menjelaskan.

Tanah dari hasil penambangan itu informasinya akan digunakanan untuk perataan tanah proyek yang ada di wilayah Karawang. Di antaranya untuk proyek pembangunan rumah sakit di wilayah Pangkalan dilaksanakan oleh PT Amsuyu Berkesan Medika.

Kegiatan penambangan tersebut sudan berjalan sekitar satu bulan, dan dalam sehari bisa menghabiskan solar bersubsidi sebanyak 200 liter tanpa menunjukan bukti pembelian. Ironisnya lokasi tambang terdapat saluran air untuk pengairan areal sawah, sehingga rawan menimbulkan longsor dan mematikan sawah warga tidak bisa difungsikan.

“Kami menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua buah kunci alat berat, dua buku catatan pengeluaran tanah, sert enam lembar kertas berwarna merah pembelian BBM,” kata Slamet menjelaskan.

Barang bukti lain yang disita, lima lembar berita acara pembelian BBM nonsubsidi, dua drum kosong bekas BBM, satu unit dump truck warna merah dengan nomor kendaraan B-9104-FDC. Kepolisian terus menyelidiki kasus itu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaku terancan pasal Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dan Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara,”katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Tanah Datar dorong Perbup berpakaian adat

Selanjutnya

Sebuah bus masuk jurang di Situbondo Jatim

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32533x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14437x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 13179x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe