Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Seniman Papua kritik penyelenggaraan Festival Danau Sentani
  • Rabu, 20 Juni 2018 — 18:24
  • 1817x views

Seniman Papua kritik penyelenggaraan Festival Danau Sentani

Yepese mengatakan, seharusnya panitia penyelenggara banyak melibatkan masyarakat lokal dalam festival tahunan ini.
Salah satu tarian tradisi dari Kampung Asei yang dibawakan pada pembukaan acara FDS - Jubi / Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Festival Danau Sentani (FDS)  resmi dibuka pada 19 hingga 23 Juni 2018 di Khalkote, tepian Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Sayangnya, penyelenggaraan FDS tahun ini mendapat kritik tajam dari kalangan seniman di Papua. Seniman senior Papua Yohanes Theodorus Yepese misalnya, mengkritik penyelenggaraan FDS yang dianggap tak ada kemajuan.

Menurutnya, FDS tahun ini sama sekali tak lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Yepese mengatakan, seharusnya panitia penyelenggara banyak melibatkan masyarakat lokal dalam festival tahunan ini.

“FDS tahun lalu masih bagus dibandingkan tahun ini,” jelas Theo Yepese sapaan akrabnya saat ditemui di Kawasan Pantai Khalkote Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Rabu (20/6/2018).

Menurut Yohanes, penyelenggaraan FDS sejauh ini hanya melihat dari aspek bisnis saja. Padahal tujuan FDS sejatinya memperkenalkan berbagai budaya khas yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat kepada dunia. Ia menyayangkan pihak penyelenggara yang kurang mampu mengakomodir masyarakat lokal sehingga FDS terkesan hanya seremonial.

"Kita sepakat dengan pihak ketiga yang mengurus FDS, tetapi pihak ketiga juga ada banyak kekurangan. FDS yang akan datang kalau bisa diberikan tanggung jawab kepada anak-anak negeri ini untuk mengurusnya, FDS ini untuk siapa?" katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Alberth Yoku mengatakan, penyelenggaraan FDS saat ini harus ditangani langsung oleh penyelenggara yang profesional. Namun, Ia mengingatkan agar penyelenggara tetap melibatkan unsur masyarakat adat, agar esensi penyelenggaraan FDS bisa dirasakan juga oleh warga Papua.

Apalagi mengingat banyaknya potensi sumber daya yang dimiliki oleh kampung - kampung di Papua. Yoku yakin, FDS mampu menjadi magnet wisatawan untuk datang berkunjung.

“Sistemnya harus diubah. Sekarang masyarakat yang harus punya inisiatif, kemudian Pemerintah yang akan membantu mengembangkan,” tukasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ekologi manusia dan transformasi

Selanjutnya

Ekologi manusia dan transformasi (2)

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23162x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19025x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe