Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Pelestarian hutan harus didukung semua pihak
  • Jumat, 22 Juni 2018 — 16:20
  • 1334x views

Pelestarian hutan harus didukung semua pihak

"Pelestarian hutan harus dipertegas oleh pemerintah kota, dinas kehutanan, dan pemilik wilayah (ondoafi-ondofolo) agar cagar alam sebagai daerah tempat resapan air terus terjaga," kata Eka. Rabu (20/6/2018) di Jayapura, Papua.
Kawasan cagar alam di jalan baru kota Jayapura yang mulai di rusak meskipun tanda larang di pasang oleh pemerintah - Jubi/Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Setiap hujan melanda Kota Jayapura dan sekitarnya, banjir dan genangan air kerap terjadi. Menanggapi itu, Eka Kristina Yeimo, Dosen FKIP Universitas Cenderawasih Jayapura, dari program studi Geografi mengatakan, pemerintah dan masyarakat harus segera melestarikan hutan dan cagar alam di pingiran kota Jayapura.

"Pelestarian hutan harus dipertegas oleh pemerintah kota, dinas kehutanan, dan pemilik wilayah (ondoafi-ondofolo) agar cagar alam sebagai daerah tempat resapan air terus terjaga," kata Eka. Rabu (20/6/2018) di Jayapura, Papua.

Eka menambahkan, kesadaran individu tentang pentingnya air dan menjaga hutan harus terus disosialisasikan oleh dinas terkait. Kerusakan lingkungan dan hutan cagar alam dilakukan masyarakat tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi di kemudian hari, seperti banjir yang kerap terjadi.

"Bisa kita lihat sendiri sedikit hujan tempat resapan air selalu banjir seperti di pasar Youtefa, Kotaraja, Padang Bulan, Organda dan Perumnas IV Waena," katanya.

Eka mengatakan, yang harus dilakukan adalah reboisasi atau tanam kembali, stop melakukan perkebunan berpindah di daerah resapan air dan hentikan membangun rumah di daerah resapan air.

Sementara itu, Herman salah seorang warga Organda meminta kepada pemerintah kota Jayapura, dan dinas terkait untuk mengambil kebijakan menjaga hutan sebagai tempat sumber daya air di kota Jayapura.

Sebelumnya, di tahun lalu, pada Rabu (3/7/2017), ratusan rumah dan kios di kompleks Pasar Youtefa Abepura, Jayapura, Papua terendam banjir. Air cukup tinggi sekira 1,5 meter.

Banjir datang setelah wilayah Jayapura diguyur hujan semalaman. Warga dan pedagang tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air datang begitu cepat dan langsung merendam kompleks Pasar Youtefa. Akibat banjir tahunan itu, kerugian diperkirakan mencapai hingga ratusan juta rupiah. (*)

loading...

Sebelumnya

Jika tak peduli, 2050 lautan Indonesia akan dipenuhi sampah bukan ikan

Selanjutnya

Sumber mata air Kali Kamwolker mulai mengering

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23162x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19025x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe