Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Kemenangan Erdogan disebut ancam demokrasi Turki
  • Senin, 25 Juni 2018 — 17:08
  • 477x views

Kemenangan Erdogan disebut ancam demokrasi Turki

Turki telah meninggalkan nilai demokratis dan telah memutuskan hubungan dengan sistem parlementer yang sempat dimiliki.
Ilustrasi, pemilihan. Pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi-Terpilihnya kembali Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden Turki dinilai mengancam demokrasi. Hal itu disampaikan tokoh oposisi utama pemerintah Turki, Muharrem Ince, saat mengomentari terpilihnya Recep Tayyip Erdogan pada Pemilu yang digelar Minggu, (24/6/2018).

"Satu orang menjadi kepala legislatif, eksekutif dan yudisial dan ini adalah kekhawatiran bagi ancaman keselamatan negara," kata Ince kepada wartawan, Senin (25/6/2018).

Ince menilai Turki telah meninggalkan nilai demokratis dan telah memutuskan hubungan dengan sistem parlementer yang sempat dimiliki. Sedangkan perubahan konstitusi yang terjadi didorong oleh Erdogan dan dimuluskan oleh referendum yang didukung oleh mayoritas kecil warga Turki.

Perubahan menjadikan jabatan perdana menteri dihapuskan, sedangkan presiden mendapatkan kewenangan eksekutif. Selain itu, Erdogan juga bakal mendapatkan kekuasaan untuk menunjuk langsung menteri dan pejabat Mahkamah Agung.

"Kita sekarang berada dalam kepemimpinan satu kepala tak ada mekanisme untuk mencegah kekuasaan sewenang-wenang. Kita terus khawatir terkait situasi ini," kata Ince menjelaskan.

Komite pemilihan umum Turki telah mengonfirmasi kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden yang digelar pada Minggu (24/6/2018). Kantor berita Anadolu juga menunjukkan bahwa Erdogan memenangkan suara mayoritas penuh.

Perolehan dukungan Erdogan mencapai 52,5 persen suara, sementara Ince yang sempat diperkirakan akan memberikan perlawanan ketat, hanya meraup 31,7 persen. (*)

loading...

Sebelumnya

Turki tindak 10 pengawas Pemilu dari asing

Selanjutnya

Simpan video cabul, bekas diplomat Vatikan dibui

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23163x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe