Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Dua pemuda Papua, berjualan koran untuk biaya kuliah
  • Kamis, 05 Juli 2018 — 20:23
  • 4589x views

Dua pemuda Papua, berjualan koran untuk biaya kuliah

Selain melakukan rutinitasnya sebagai mahasiswa, ia juga harus bekerja berjualan koran untuk memenuhi kebutuhannya. Awam Sol biasa menjajakan koran dagangannya di depan bekas kantor Merpati, Abepura, Kota Jayapura.
Robi Wenda saat melayani seorang pembeli koran - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Awan Sol (19 tahun), pemuda asal Kabupaten Yahukimo, mahasiswa Teologi Baptis Papua di Kota Jayapura. Selain melakukan rutinitasnya sebagai mahasiswa, ia juga harus bekerja berjualan koran untuk memenuhi kebutuhannya. Awam Sol biasa menjajakan koran dagangannya di depan bekas kantor Merpati, Abepura, Kota Jayapura.

“Koran mau laris habis langsung itu tergantung bagusnya berita koran saja,” ucapnya, saat ditemui Jubi di tempat dia biasa berjualan, Rabu (4/7/2018).

Sebelum ke kampus, ia biasa bangun lebih awal untuk berjualan koran terlebih dahulu. Dalam sehari Awan mengambil 30-50 eksemplar untuk dijual di sekitar Abepura.

Kalo laku 10 koran berarti dapat Rp 100 ribu. Kalo yang laku 20 koran, berati dapat Rp 200 ribu. Saya biasa jual itu pagi hari. Jual koran dulu sebelum kuliah. Sudah waktu kuliah, saya ke kampus. Baru selesai kuliah saya lanjut jual sisa yang saya taruh itu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan dari hasil pendapatan berjualan koran ini ia dapat mencukupi kebutuhan makan minum dan uang mengerjakan tugas di kampus.

“Karena orang tua petani jadi dari hasil berjualan ini dapat mencukupi juga,” kata Awan Sol.

Dengan latar belakang orangtua yang petani, belum tentu orangtua dapat mengirimkan uang kuliah setiap bulan dan tepat waktu. Jalan lain supaya tetap bisa bertahan hidup di Kota Jayapura, ia harus bekerja keras sambil kuliah.

“Orangtua petani, jadi kalo ada berkat mereka kirim, kalo tidak ada itu mereka tidak kirim berkat buat saya,” ucapnya.

Hal lain dilakukan oleh Robi Wenda, mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura. Karena terkendala biaya kuliah, terpaksa ia harus cuti kuliah dan memanfaatkan kesempatan cuti untuk berjualan koran di Bandara Sentani Kabupaten Jayapura.

“Hari-hari saya jual koran Jubi dan Cepos saja. Biasa jualan di Bandara Sentani. Di sini orang paling senang baca Jubi,” katanya, saat ditemui Jubi di Bandara Sentani.

Dalam sehari koran yang ia ambil paling banyak 25-30 eksemplar.

“Dengan berjualan ini hasilnya saya bisa pakai untuk kebutuhan saya sehari-hari. Jadi dengan berjualan seperti ini uang ada, bisa bantu uang transport dan kebutuhan lainnya. Sebagian ditabung untuk lanjut kuliah,” ucap Robi. (*)

loading...

Sebelumnya

Obituary : Ben Marjen, dari seorang jurnalis hingga pejabat polisi di PNG

Selanjutnya

Makanan Papua hadir di Festival Slow Food Italia

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34058x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18915x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17637x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe