Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Di Pasar Doyo Baru, harga bumbu dapur melambung
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 14:29
  • 561x views

Di Pasar Doyo Baru, harga bumbu dapur melambung

"Rica per kilo dari Rp 50-60 ribu naik menjadi Rp 130 ribu. Tomat dari Rp 10 ribu per kilo naik menjadi Rp 50 ribu. Bawang merah Rp 48 ribu per kilo dan bawang putih per kilo Rp 27-28 ribu naik menjadi Rp 35 ribu. Harga bawang naik turun tidak menentu," ucap Herlina. 
Pedagang yang berjualan di pasar Doyo Baru Kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kenaikan harga bumbu dapur tidak hanya terjadi di pasar Pharaa Sentani. Di pasar rakyat Doyo Baru juga mengalami hal yang sama.

Herlina (35 tahun), pedagang di pasar rakyat Doyo Baru, mengatakan kenaikan harga bumbu dapur di pasar Doyo Baru sangat drastis.

"Pas di pasar Pharaa harga bumbu naik drastis kami mau beli jadi bingung, " ucapnya.

Dia menceritakan harga bumbu dapur seperti rica, tomat, bawang putih, dan bawang merah sebelumnya masih dibawah Rp 60 ribu per kilogram.

"Rica per kilo dari Rp 50-60 ribu naik menjadi Rp 130 ribu. Tomat dari Rp 10 ribu per kilo naik menjadi Rp 50 ribu. Bawang merah Rp 48 ribu per kilo dan bawang putih per kilo Rp 27-28 ribu naik menjadi Rp 35 ribu. Harga bawang naik turun tidak menentu," ucap Herlina. 

Dia mengatakan sejauh ini dirinya tidak berani mengambil stok banyak karena di pasar Doyo Baru masih sepi pembeli. 
"Mau ambil banyak juga sayang nanti rugi. Seperti rica ini kan bertahan hanya tiga hari. Kalo lewat tiga hari busuk," ucapnya. 

Ia menjelaskan dirinya akan mengambil stok banyak jika pembeli di pasar Doyo Baru mulai ramai.

"Sekarang ini sepi, jadi kami ambil sedikit saja. Karena pembeli yang datang dalam sehari itu bisa 10 orang atau bahkan tidak ada sama sekali," ucap Herlina, saat ditemui Jubi di Sentani, Selasa (10/7/2018).

Penjual lainnya, Lisa, mengataka, berjualan bumbu dapur basah harus berfikir baik.

"Mau bagaimana harga sudah mahal terus jual pendapatan juga sedikit," katanya. 

Dalam beberapa hari ini ia berjualan bahan-bahan kering cukup besar karena tomat dan rica yang membusuk.

"Saya ambil sedikit saja karena sudah rugi besar. Pas harga mahal malah jadi rugi, pembeli tidak terlalu ramai," kata Lisa. (*)

loading...

Sebelumnya

Wacana pendirian pabrik sagu di Jayapura perlu segera direspons

Selanjutnya

Pengembangan ekonomi kerakyatan, salah satu solusi setelah Otsus

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34471x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23174x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19030x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe