Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pengembangan ekonomi kerakyatan, salah satu solusi setelah Otsus
  • Rabu, 11 Juli 2018 — 17:34
  • 618x views

Pengembangan ekonomi kerakyatan, salah satu solusi setelah Otsus

Ia mengatakan, jika pengembangan ekonomi kerakyatan orang asli Papua sudah kuat, mereka dapat membiayai dirinya sendiri, saat dana Otsus Papua berakhir beberapa tahun mendatang.  
Legislator Papua dari 14 kursi pengangkatan perwakilan wilayah adat Saireri, Yonas Nusi – Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari 14 kursi pengangkatan perwakilan wilayah adat Saireri, Yonas Nusi mengatakan, salah satu yang perlu diperkuat oleh gubernur dan wakil gubernur Papua terpilih lima tahun mendatang adalah pengembangan ekonomi kerakyatan orang asli Papua.

Ia mengatakan, jika pengembangan ekonomi kerakyatan orang asli Papua sudah kuat, mereka dapat membiayai dirinya sendiri, saat dana Otsus Papua berakhir beberapa tahun mendatang.  

“Tinggal bagaimana pemerintah mengembangkan potensi yang ada di setiap daerah dan memberikan penguatan kepada masyarakat untuk mengelola setiap potensi di daerahnya,” kata Yonas Nusi kepada Jubi, Rabu (11/7/2018).

Memperkuat ekonomi kerakyatan orang asli Papua menurutnya, juga sesuai visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua nomor urut 1 yang memperoleh suara terbanyak dalam pilgub, Lukas Enembe-Klemen Tinal yakni Papua bangkit, mandiri dan sejahtera.

“Apalagi Lukas Enembe dan Klemen Tinal selama memimpin lima tahun lalu dalam setiap kesempatan meyakini orang asli Papua dapat menuju kemandirian. Makanya perlu membangun kekuatan ekonomi terlebih dahulu,” ucapnya.

Untuk masa depan Papua dan orang Papua, pembangunan infrastruktur memang penting, namun yang utama adalah meningkatkan sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian orang asli Papua.

Sebelum gelontoran dana Otsus ke Papua berakhir beberapa tahun lagi, diharapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih konsisten melaksanakan amanat Undang-Undang Otsus agar rakyat Papua benar-benar merasakan hadirnya Otsus.

Ketua Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, Yan Akobiarek mengatakan hal yang sama. Menurutnya, selain pengembangan ekonomi kerakyatan, tujuan lain dana Otsus Papua selama ini yakni bidang pendidikan dan kesehatan.

Namun menurutnya, hingga kini masih banyak anak-anak Papua di wilayah pedalaman yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Ketika mereka ingin bersekolah, terbentur biaya.

“Mestinya penggunaan dana Otsus mengutamakan pendidikan dan kesehatan orang asli Papua, terutama di wilayah pedalaman,” kata Akobiarek.

Ia berharap, gubernur dan wakil gubernur Papua lima tahun mendatang dapat melihat anak-anak di pedalaman Papua yang ingin sekolah dan tak punya biaya.

“Ke depan, jangan lagi ada anak-anak di pedalaman takut sekolah karena tidak ada biaya dan lain sebagainya,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Di Pasar Doyo Baru, harga bumbu dapur melambung

Selanjutnya

Pedagang alat tulis mulai marak di Pasar Pharaa Sentani

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34241x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21972x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18460x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe