Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mama Yosepha: "Indonesia mesti bertanya, mengapa mereka itu berjuang?"
  • Kamis, 12 Juli 2018 — 18:45
  • 2162x views

Mama Yosepha: "Indonesia mesti bertanya, mengapa mereka itu berjuang?"

kalau Indonesia terus menggunakan cara-cara ini, masalah Papua tidak akan selesai. Konflik, pembunuhan akan terus ada atas nama mengusir kejahatan, balas dendam karena kebencian.
Bupati Nduga bersama rakyat berkumpul di Keneyam ketika aparat kepolisian menyerang markas TPN-OPM di Alguru (Jubi/Ist)
Benny Mawel
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Mama Yosepha Alomang meminta pemerintah Indonesia tidak perlu  menggunakan cara-cara yang merendahkan martabat manusia Papua untuk menyelesaikan masalah di wilayah itu.

"Indonesia harus gunakan cara yang baik,"ungkap mama Alomang dalam diskusi dengan jurnalis Jubi pada Rabu (12/07/2018) di Abepura, kota Jayapura, Papua. 

Mama Yosepha mengatakan  itu sebagai respon atas situasi yang tidak kondusif di kabupaten Nduga.Situasi tidak kondusif akibat aparat keamanan melakukan pengejaran terhadap anggota organisasi Papua Merdeka yang diduga menembaki pesawat dan warga sipil di Keneyam, Nduga. 

Kata Mama Yosepha,  cara yang digunakan  aparat di Kabupaten Nduga itu tidak terpuji. Tindakan itu hanya memperbanyak korban, air mata dan penderitaan bagi keluarga. 

"Indonesia mesti bertanya, mengapa mereka itu berjuang? Angkat senjata,"tanya perempuan penerima dua penghargaan penghargaan bergengsi di tingkat Asia dan internasional ini   .

Kata dia, kalau Indonesia terus memakai cara-cara ini, masalah Papua tidak akan selesai. Konflik, pembunuhan akan terus ada atas nama mengusir kejahatan, balas dendam karena kebencian.

"Indonesia harus tahu itu. Bicara harus pintar sebagai manusia. Ko belajar banyak untuk apa,"ungkap penerima penghargaan bidang HAM, Yap Thiam Hien pada 1999, dan Anugerah Lingkungan Goldman pada 2001ini.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki mengakui ada ratusan personel polisi Polda Papua ke Nduga. Personil polisi ini mengejar kelompok yang melakukan penembakan aparat keamanan dan warga sipil pada  25 Juni lalu.

Kata dia, penembakan itu terjadi setelah sebelumnya terjadi peristiwa  penembakan pesawat yang mengangkut aparat keamanan yang menuju Nduga untuk pengamanan Pilkada 27 Juni lalu.

“Sekitar 100 personel diperbantukan untuk mengejar kelompok bersenjata,” ujar Wakapolda, Rabu (11/7/2018) di Kantor Kepolisian Daerah Papua, Jayapura. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kapolda : Di Nduga tidak ada operasi militer, namun operasi penegakan hukum

Selanjutnya

Tentara dan polisi serang Nduga,tanpa koordinasi dengan Pemda

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34471x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23174x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19030x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe