Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Gunakan antibiotik secara bijak
  • Minggu, 20 November 2016 — 15:44
  • 590x views

Gunakan antibiotik secara bijak

Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengkampanyekan penggunaan antibiotik secara bijak dan bertanggungjawab dalam rangka mencegah ancaman resistensi antimikroba yang berdampak pada kesehatan masyarakat, hewan, peternakan, dan pertanian.
Ilustrasi. Pemerintah mewaspadai penggunaan antibiotika. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Bogor, Jubi – Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengkampanyekan penggunaan antibiotik secara bijak dan bertanggungjawab dalam rangka mencegah ancaman resistensi antimikroba yang berdampak pada kesehatan masyarakat, hewan, peternakan, dan pertanian.

“Resistensi antimikroba ditandai dengan munculnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik, atau lebih dikenal sebagai bakteri supir (superbug), sehingga infeksi semakin sukar untuk disembuhkan, bahkan bisa berakibat pada kematian,” kata Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, Sabtu (19/11/2016).

Di sela-sela seminar dalam rangka kampanye pekan kesadaran antibiotik se-dunia 2016, di Kota Bogor, Jawa Barat, Ketut menjelaskan, angka kematian akibat resistensi antimikroba di seluruh dunia tercatat sebanyak 700 ribu jiwa per tahun, dan diperkirakan pada tahun 2050, angkanya mencapai 10 juta jiwa per tahun, jauh melebihi prediksi angka kematian akibat kanker. “Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak rasional, baik di sektor peternakan, perikanan, pertanian dan kesehatan masyarakat menjadi pemicu munculnya resistensi antimikroba,” katanya.

Antibiotik, lanjutnya, memang dibutuhkan untuk mengobati penyakit hewan, namun penggunaannya yang tidak bijak dan berlebihan dapat menimbulkan resistensi antimikroba. Ia menjelaskan, resistensi antimikroba terjadi saat mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit mengalami perubahan sehingga obat-obat seperti antibiotik, antifungal, antiviral, dan antiparasit yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang ditimbulkan mikroorganisme ini menjadi tidak efektif lagi. (*)

loading...

Sebelumnya

Wagub : Orang Indonesia yang kerja di Freeport stop bikin aneh-aneh

Selanjutnya

Pasca pelantikan, pengurus PKK Yahukimo turun ke tujuh kampung

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23365x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19094x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12620x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe