Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Warga lokal Bougainville khawatir jika pendatang ikut referendum
  • Kamis, 02 Agustus 2018 — 17:01
  • 2065x views

Warga lokal Bougainville khawatir jika pendatang ikut referendum

Miriori mengatakan langkah itu penting, untuk menghindari persoalan-persoalan yang tidak diperlukan, kebingungan, serta mempersulit keadaan bagi semua orang.
Warga lokal Bougainville, Martin Miriori. - Post Courier
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi - Warga dan pemilik usaha lokal Bougainville, Martin Miriori mengatakan, usulan untuk memberikan izin kepada orang luar dan pendatang, untuk turut memilih dalam referendum Bougainville tidak boleh dibiarkan.

Miriori mengatakan langkah itu penting, untuk menghindari persoalan-persoalan yang tidak diperlukan, kebingungan, serta mempersulit keadaan bagi semua orang.

Dia mengungkapkan hal ini menyusul komentar oleh Ketua Tim Proyek Referendum Bougainville dari Lembaga Penelitian Nasional Papua Nugini (PNG NRI), Dr Thomas Webster, tentang memperbolehkan orang luar yang memenuhi syarat, untuk turut memilih dalam referendum saat siaran pers pekan lalu.

“Pertama-tama, Dr Webster mengeluarkan beberapa komentar tentang mengizinkan warga non-Bougainville untuk memilih; para pemimpin harus sangat berhati-hati dalam menangani isu ini dan memperingatkan semua pihak, bahwa warga non-Bougainville yang tidak menikah dengan warga Bougainville tidak boleh diizinkan memilih, atau bahkan berpikir akan dilibatkan, dalam referendum. Jika tidak seperti itu, maka segala macam persoalan akan terjadi, ini bagaikan membuka gerbang, banjir masuk dan menciptakan segala jenis masalah yang tidak perlu dan mempersulit situasi,” tegas Miriori.

Dia mengatakan warga non-Bougainville yang menikah secara legal dengan penduduk lokal, harus memenuhi sejumlah persyaratan dan kualifikasi terkait penghunian terlebih dahulu, termasuk di antaranya telah hidup permanen di Bougainville selama setidaknya 10 tahun, sebelum mereka dapat dipertimbangkan dan diizinkan untuk memilih. (Post Courier)

loading...

Sebelumnya

PM Vanuatu jelaskan alasan evakuasi Ambae

Selanjutnya

UU Anti-Korupsi Solomon diresmikan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23294x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19066x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15611x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12603x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe