Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Festival Film Papua salurkan suara kaum tak bersuara
  • Rabu, 08 Agustus 2018 — 05:24
  • 889x views

Festival Film Papua salurkan suara kaum tak bersuara

“Saya senang karena kita orang Papua bisa mendapatkan banyak informasi mengenai perampasan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua,” kata Yeimo.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru (tengah) bersama Ketua Panitia Penyelenggara FFP II Harun Rumbarar (kanan) dan salah seorang pengunjung - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Halaman Museum Lokabudaya Expo, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, didatangi orang-orang Papua sejak pagi, Selasa, 7 Agustus 2018. Mereka memasuki ruangan, menyinggahi stan-stan mama-mama Papua dan aktivis sebelum akhirnya memasuki aula.

Di beranda stan-stan tampak pernak-pernik khas Papua tertata rapi. Buku, makanan, kopi dan cenderamata membuat stan semakin menarik disasar.

Tak berhenti di situ. Kaki mereka melangkah lebih jauh, ke dalam aula yang ditata bagai bioskop. Sesekali riuh.

Tapi lama-kelamaan riuhan jadi hening ketika sebuah film dokumenter diputar. Keheningan berbarengan dengan tatapan mata yang memelototi layar lebar di aula. Aneka mata seakan tak berani pejam, bahkan kelilipan sekalipun. Mereka khawatir jika tiap momen dalam adegan terlewatkan. Betapa tidak, sebuah film diputar di sini. Film dokumenter tepatnya.

Film berlatar Merauke ini bercerita tentang perampasan hak-hak masyarakat adat oleh pemodal yang melibatkan aparat keamanan.

Pemutaran film ini digelar dalam ajang Festival Film Papua (FFP) II yang digelar komunitas film “Papuan Voice” selama tiga hari, 7-9 Agustus 2018.

Seorang peserta, Mecky Yeimo, mengatakan, film yang diputar memberikan banyak informasi tentang perampasan tanah adat oleh para pemodal. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada komunitas film yang menginisiasi kegiatan ini hingga ditonton orang-orang Papua.

Saya senang karena kita orang Papua bisa mendapatkan banyak informasi mengenai perampasan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua,” kata Yeimo.

Menurut dia, orang-orang Papua sudah terbiasa dengan budaya tutur. Informasi dari film yang diceritakan ini menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan di waktu-waktu mendatang.

Kalau dunia tulis-menulis orang Papua malas. Oleh karena itu, saya harap agar jangan berhenti sampai di sini. Tetapi harus ditingkatkan untuk menyuarakan suara kaum tak bersuara,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pusaka Frangky Samperante ketika ditemui di tempat yang sama mengatakan, FFP ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengetahui fakta yang terjadi di daerah lainnya di Papua.

Film ini bisa menjadi dasar bagi mereka untuk menilai berdasarkan informasi yang mereka lihat dan mereka dengar,” kata Frangky.

Frengki menilai komunitas film ini dapat menjadi corong bagi orang Papua untuk menyuarakan aspirasi dan berekspresi.

Di Papua ini sangat terbatas untuk mendapatkan informasi lantaran informasi dikuasai oleh kelompok dominan tertentu. Kalau ada informasi seperti ini akan sangat bermanfaat bagi banyak orang-orang di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” katanya.

Soal kebebasan berekspresi yang dikekang, bahkan harus diperhadapkan dengan kekerasan oleh oknum-oknum aparat keamanan, menurutnya, generasi muda Papua dapat memanfaatkan berbagai fasilitas atau sarana yang tersedia, termasuk melalui film.

Mereka bisa memberikan testimoni kepada orang bahwa ini sebenarnya yang terjadi di Papua, agar semua orang tahu bahwa inilah yang terjadi, bukan cerita-cerita hoax,” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara FFP II Harun Rumbarar menyebutkan ada 19 film yang mengikuti kompetisi. Dari 19 film tersebut juri menilai 10 film terbaik.

Untuk mereka yang mendapatkan jura 1, 2 dan 3 hadiahnya akan diserahkan tanggal 9 Agustus 2018 di Museum Expo Waena,” kata Rumbarar.

Pria dengan gaya khas rambut gimbalnya ini mengakui, FFP II dipersiapkan oleh panitia sejak Januari 2018. “Intinya bagaimana orang Papua bisa mengetahui Papua lewat film, dan mengangkat suara kaum tak bersuara,” ujarnya.

Menurut Harun, banyak orang yang menulis tentang Papua. Namun yang mengkampanyekan Papua melalui film masih minim. Maka dari itu, ia mengharapkan agar semua pihak dapat berpartisipasi pada momen FFP II.

Senada dengan Harun, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru berpendapat, FFP II merupakan ajang untuk mengeksplorasi film-film tentang kebudayaan, atau apapun tentang Papua untuk diketahui publik di Nusantara dan dunia internasional.

Pemerintah kota mengapresiasi karya generasi muda Papua bisa turun lapangan dan mengambil gambar yang (sesuai) fakta, nyata dan didokumentasikan dengan baik, karena ini merupakan seni, dokumen, film juga pendidikan, yang harus ditonton oleh semua lapisan masyarakat,” ujar Saru.

Ia pun berpesan agar komunitas film ini benar-benar dikelola baik sehingga bisa berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan di Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura.

Hal ini harus dikemas dengan baik agar semua potensi pemuda kita bisa mengakses budaya Papua,” katanya.

Kalau bisa orang lain lihat, baik skala nasional, internasional dan mereka bisa membawa hal-hal baik untuk membuat Papua lebih sejahtera, agar mengangkat harkat dan martabat orang Papua,” lanjutnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pulau tetangga Ambae ini alami kelangkaan air bersih

Selanjutnya

Paskibra Kabupaten Jayapura memasuki tahap pemantapan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23036x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18981x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe