Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Selandia Baru larang penggunaan kantong plastik sekali pakai
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 14:26
  • 302x views

Selandia Baru larang penggunaan kantong plastik sekali pakai

Diketahui kantong plastik sekali pakai selama ini menjadi barang paling umum ditemukan di pantai-pantai Selandia Baru.
ilustrasi, pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta,Jubi  - Selandia Baru akan menjadi negara pertaa yang melarang penggunaan tas belanja plastik sekali pakai yang rencananya akan diterapkan mulai tahun depan. Perdana Menteri Jacinda Ardern mencetuskan aturan baru ini sebagai upaya untuk mengurangi polusi dan dampak buruk bagi makhluk hidup lain.

"Sebanyak ratusan juta kantong plastik sekali pakai digunakan setiap harinya. Plastik-plastik itu kemudian membawa dampak dan akhirnya membahayakan kehidupan di laut," kata Ardern, kepada  Channel News Asia, Jumat (10/8/2018).

Ia enjelaskan kebijakan itu sebagai langkah jauh lebih pintar dalam mengelola limbah, dan sebagai awal yang baik. “Kita harus meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai sehingga bisa menjaga lingkungan dan menjaga reputasi bersih dan hijau di Selandia Baru," ujar Ardern menjelaskan.

Kebijakan itu sebagai tanggapan Ardern dan koalisinya yang bertekad menghadapi segala tantangan yang berkaitan dengan lingkungan dan perubahan iklim.

Diketahui kantong plastik sekali pakai selama ini menjadi barang paling umum ditemukan di pantai-pantai Selandia Baru. Selain merusak pemandangan, keberadaan sampah ini juga membunuh ekosistem alam.

"Kami ingin mengambil langkah berarti untuk mengurangi polusi plastik sehingga masalah ini tidak dirasakan oleh generasi mendatang," katanya.

Aturan baru ini tentu saja mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah kelompok aktivis pecinta lingkungan Greenpeace.

"Ini bisa jadi lompatan besar dalam mengubah gelombang pencemaran plastik laut dan langkah penting dalam upaya melindungi kehidupan laut sepertu penyu dan ikan paus," kata aktivis Greenepace Oceans, Emily Hunter. (*)

loading...

Sebelumnya

Ibu hamil dan bayi di Gaza jadi korban serangan Israel

Selanjutnya

Rusia akan balas sanksi baru AS

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23295x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19070x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15611x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12604x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe