Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Advertorial
  3. MK tolak gugatan LMA Lapago, Wandik dan Balinal siap dilantik
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 18:07
  • 618x views

MK tolak gugatan LMA Lapago, Wandik dan Balinal siap dilantik

“Putusan sudah jelas bahwa gugatan pemohon LMA Lapago ditolak, dengan adanya putusan ini maka kami KPUD Puncak, selanjutnya akan menetapkan kembali pasangan calon yang sudah menang dalam Pilkada,” katanya.
Nampak calon Bupati Puncak Willem wandik, mendapat ucapan selamat usai pembacaan putusan majelis Hakim di gedung MK Jakarta – Jubi/tim media Wandik-Balinal.
Jean Bisay
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Sidang perkara Pilkada Kabupaten Puncak, di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan nomor perkara 18/PHP-BUP-XVI/2018, akhirnya masuk pada amar putusan.

Majelis hakim mahkamah konstitusi (MK) memutuskan menerima eksepsi dari pihak termohon atau KPUD Puncak, dan menolak seluruh gugatan dari pemohon yakni Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Lapago, dengan demikian maka putusan KPUD Puncak, yang memenangkan pasangan tunggal Willem Wandik dan Pelinus Balinal, nampaknya mulus dan pasangan ini siap dilantik menjadi Bupati Puncak periode 2018-2023.

Hal tersebut terungkap di ruang sidang Makamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Anwar Usman ini, majelis hakim MK memberikan pertimbangan hukum di mana pemohon yakni Lembaga Masyarakat Adat Lapago tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan gugatan Pilkada Puncak.

Karena tidak memiliki kedudukan hukum sebagai pemantau pemilu yang memiliki status akreditasi, bahkan tidak terdaftar sebagai LMA di Kesbangpol Kabupaten Puncak, sehingga mahkamah konstitusi tidak dapat menyakini kebenaran bukti sebagai lembaga yang sah untuk memantau pemilu, dengan demikian dari sisi kedudukan organisasi lembaga ini sudah tidak memiliki legal standing.

Mahkamah Konstitusi juga menilai dari sisi jumlah perolehan suara yakni ambang batas dimana jumlah perbedaan antara pasangan terpilih Wandik dan Balinal melawan kotak kosong, adalah paling banyak 2 % x 158.340 total suara sah=3.166, suara, dimana pasangan wandik dan Balinal sudah melampai itu, sehingga secara hukum gugatan dari pemohon ditolak.

Dalam rilis yang diterima Jubi, Ketua KPUD Puncak Erianus Kiwak yang didampingi kuasa hukumnya Piter Ell,SH mengatakan, putusan dari MK ini sudah merupakan keputusan final, tidak ada lagi keputusan lain yang lebih tinggi lagi.

Kiwak berharap semua pihak tidak lagi mempersoalkan putusan ini dan semua mendukung proses selanjutnya sampai dengan pelantikan pasangan terpilih.

“Putusan sudah jelas bahwa gugatan pemohon LMA Lapago ditolak, dengan adanya putusan ini maka kami KPUD Puncak, selanjutnya akan menetapkan kembali pasangan calon yang sudah menang dalam Pilkada,” katanya.

Kuasa hukum KPUD Puncak Piter Ell menambahkan, sebenarnya dari awal dirinya sudah memprediski lembaga ini (LMA Lapago-red) tidak punya kekuatan hukum untuk mengajukan gugatan Pilkada KPUD Puncak, namun tetap dipaksakan, dan akhirnya putusan MK sudah menguatkan alasan hukum dari KPUD Puncak.

“Setelah putusan MK tidak ada lagi putusan lain, kecuali putusan yang turun dari Tuhan, jadi sudah final,dalam konteks pemilu LMA Lapago tidak punya legal standing, kecuali bicara adat boleh,lagi pula bicara soal ambang batas perolehan suara, calon terpilih memiliki suara 81 persen, bedah jauh dengan kotak kosong, bagaikan langit dan bumi. Dua hal ini yang membuat MK menolak gugatan pemohon,” ujarnya.

Usai mendengar putusan di MK, pasangan calon Bupati dan wakil bupati terpilih Willem Wandik dan Pelinus Balinal yang hadir dalam sidang di MK,  langsung mendapat sambutan dan ucapan selamat ketika keluar dari gedung MK, terutama dari pendukung dan simpatisannya.

Calon Wakil Bupati Pelinus Balinal menyampaikan penghargaan dan ungkapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Puncak dan proses pilkada Puncak begitu menyita energi yang banyak dan akhirnya berakhir di putusan MK.

MK sudah memutuskan bahwa pasangan Wandik dan Balinal menjadi pasangan yang sah sebagai pemenang Pilkada Puncak, itu artinya bahwa kemenangan ini merupakan putusan kemenangan masyarakat Puncak.

“Ini kemenangan masyarakat Puncak, perbedaan saat pemilu kemarin sudah selesai, saya mengajak kita untuk bersatu lagi, membangun puncak, lima tahun ke depan,menuju Kabupaten Puncak yang lebih baik lagi,” ungkap calon Wakil Bupati terpilih Pelinus Balinal.

Dirinya berharap masyarakat Puncak menjaga keamanan sampai proses surat keputusan dan pelantikan dirinya dan bupati terpilih. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Dukung FBLB 2018, Telkomsel perkuat daerah destinasi wisata di Jayawijaya

Selanjutnya

Jasa Raharja akan bayar santunan korban kecelakaan Demonim Air

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23295x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19070x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15611x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12603x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe