Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Doktor lulusan Harvard beberkan disertasi tentang Papua dan kolonialisme
  • Jumat, 10 Agustus 2018 — 21:42
  • 1787x views

Doktor lulusan Harvard beberkan disertasi tentang Papua dan kolonialisme

Melalui disertasi ini, ingin saya bertanya bahwa apakah West Papua ini salah satu contoh kolonialisme di era ini
Para penyaji materi saat menyajikan materi - (Jubi/Hengky Yeimo).
Hengky Yeimo
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Alumnus program doktoral bidang antropologi dari Universitas Harvard AS, Veronika Kusumayarti menggelar diskusi terkait disertasinya yang bertajuk etnografi kolonialisme muktahir, pengalaman, sejarah, dan kesadaran politik di Papua Barat.

Dalam pemaparannya Vero mengatakan, telah menyusun riset disertasinya kurun 2012-2016 di seluruh tanah Papua. Ia menuliskan sejarah orang Papua yang melakukan kontak dengan orang asing atau misionaris, belanda hingga masa integrasi, dimana Papua direbut Indonesia

“Hingga akhirnya muncul kesadaran akan identitas OAP," kata Vero saat memaparkan materinya di aula P3w, Jumat, (10/8/2018).

Diskusi tersebut dihadiri oleh aktivis mahasiswa, aktivis perempuan, dosen, pendeta. Sementara yang menjadi pembicara ialah gembala Dr. Socrates Yoman, pegiat budaya dan sastra Papua, Andi Tagihuma, dosen sejarah, Universitas Cenderawasih, Albert Rumbekwan dan Veronika Kusumayati.

Vero mengatakan, orang Papua melakukan kontak dengan misionaris tahun 1855 bersama dengan Ottow dan Geisler. Sementara itu misionaris Katolik melakukan pelayanannya di Fak-Fak dan Merauke.

"Sementara misionaris Inggris tahun 1962, kemudian misionaris Australia, mereka membagi wilayah pelayanannya di Pantai utara yang didominasi GKI dan pantai selatan dilakukan oleh misionaris katolik. Sedangkan di pegunungan Papua di wilayah Paniai dilayani oleh Kingmi, di wilayah Lany Gereja GIDI, Gereja Baptis" katanya.

Vero membandingkan juga sekolah masa Belanda, misionaris dan masa pemerintahan Indonesia di Tanah Papua. "Misionaris memediatori selain mendirikan sekolah, YPPK, YPPGI, SBA dan kesehatan. Asrama yang mereka dirikan menampung anak anak Papua dari berbagai daerah di Papua sehingga mereka saling mengenal, " katanya.

Veronika mengatakan, dirinya juga bakal menuliskan soal ekspansi PT. Freeport yang menurutnya, menambah masalah tersendiri.

"Walaupun sudah 73 tahun bersama Indonesia tetapi orang Papua belum merasa merdeka. Melalui disertasi ini, ingin saya bertanya bahwa apakah West Papua ini salah satu contoh kolonialisme di era ini,"katanya.

Benny Giyai mengapresiasi hasil kerja akademik yang disusun Vero. "Ini satu pembelajaran penting bagi orang asli Papua mengenai sejarahnya. Hal ini mengingatkan saya pada tulisan saya mengenai pentuan pendapat rakyat (Pepera)," katanya.

Gembala Dr. Socrates Yoman mengajak generasi muda Papua untuk terus bangkit menuliskan sejarah sebab."Menulis sejarah bukan untuk memelihara kebencian,”.

 

loading...

Sebelumnya

Aliran listrik diputus, mama-mama Papua protes

Selanjutnya

Evakuasi korban meninggal dunia pesawat Dimonim Air terkendala cuaca

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23163x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe