Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator Papua: Paham OAP hanya kedatangan Yesus dan Papua merdeka 
  • Sabtu, 01 September 2018 — 06:25
  • 2361x views

Legislator Papua: Paham OAP hanya kedatangan Yesus dan Papua merdeka 

Menurutnya, itu adalah ideologi orang asli Papua selama ini dan tak perlu dianggap sebagai hal luar biasa, ditanggapi berlebihan, dan dianggap melawan negara oleh pemerintah dan aparat keamanan, karena tak akan mengganggu baik pemerintah membangun Papua.
Sekretaris Partai Gerindra DPR Papua, Natan Pahabol (kemeja biru) - Jubi. Dok 
Arjuna Pademme
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Sekretaris Partai Gerindra DPR Papua, Natan Pahabol, mengatakan selama ini hanya ada dua paham yang diyakini orang asli Papua (OAP) yakni kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya dan meyakini suatu saat Papua akan merdeka.

Menurutnya, itu adalah ideologi orang asli Papua selama ini dan tak perlu dianggap sebagai hal luar biasa, ditanggapi berlebihan, dan dianggap melawan negara oleh pemerintah dan aparat keamanan, karena tak akan mengganggu baik pemerintah membangun Papua.

"Misalnya beberapa waktu lalu atribut dan yel-yel Papua merdeka dalam ospek Fisip Uncen ramai dibicarakan. Kemudian beberapa hari lalu hal yang sama terjadi di Stikom Jayapura, saya pikir itu hanya bentuk ekspresi generasi muda Papua akan ideologinya," kata Natan Pahabol, Jumat (31/8/2018).

Ia menduga hal-hal seperti itu ke depan tak hanya akan terjadi di Uncen atau Stikom Jayapura. Tak menutup kemungkinan di beberapa perguruan tinggi lain di tanah Papua, karena dianggap bukan melawan negara, tapi bentuk ekspresi, dan tak memikirkan dampaknya.

Namun katanya, jika aparat keamanan menanggapi itu dengan penegakan hukum, tak akan menyelesaikan masalah. Ibaratnya, hanya menghilangkan asap, tanpa memadamkan api.

"Sumber api itu ada dimana-mana sekarang. Jangan melihat orang-orang itu sebagai pengacau dan lainnya. Harus melihat itu adalah api yang sudah lama menyala dan selama ini hanya asapnya saja yang dihilangkan" ucapnya.

Yang mesti dilakukan, lanjut Natan Pahabol, pemerintah membuka ruang dan menjelaskan kepada berbagai pihak itu, karena penangkapan, introgasi, dan lainnya bukan solusi. Justru memperbesar api yang ada. Yang harus dipikir bagaimana solusinya memadamkan api.

"Pemerintah buka ruang dan berdialog dengan mereka. Bukan karena paham itu, Papua akan langsung merdeka. Merdeka itu ada prosesnya," ujarnya. 

Legislator Papua lainnya, Laurenzus Kadepa, belum lama ini mengatakan apa yang terjadi dalam ospek mahasiswa baru Fisip Uncen merupakan atas kegagalan pemerintah selama ini, memanusiakan rakyatnya sesuai amanat konstitusi.

"Dengan peristiwa itu, saya harap pemerintah koreksi diri. Bukan justru menyalahkan mahasiswa," kata Kadepa, anggota komisi politik, hukum, dan HAM DPR Papua itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Imigrasi Jayapura tunggu hasil penyelidikan Polda terhadap JF

Selanjutnya

Pansus PTFI dianggap tak efektif, Ketua DPRP: Setidaknya kami berupaya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe