Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Kematian ibu saat melahirkan di Sambas menuai kritik
  • Senin, 17 September 2018 — 12:30
  • 818x views

Kematian ibu saat melahirkan di Sambas menuai kritik

Dalam satu pekan lalu ada dua kasus kematian ibu saat melahirkan di RSUD Sambas dan Pemangkat. Ibu melahirkan yang meninggal itu dari Desa Dalam Kaum dan Semparuk.
Ilustrasi ibu dan anak, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pontianak, Jubi  - Kematian ibu saat melahirkan di wilayah Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, menuai kritik dari publik.  Di antara disampaikan oleh tokoh pemuda Sambas, Juliadi, yang menyanyangkan masih terjadinya kematian ibu saat melahirkan di daerah itu.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Juliadi, Senin, (17/9/2018).

Menurut dia, dalam satu pekan lalu ada dua kasus kematian ibu saat melahirkan di RSUD Sambas dan Pemangkat. Ibu melahirkan yang meninggal itu dari Desa Dalam Kaum dan Semparuk.

Ia minta agar pemerintah harus segera mengambil langkah kongret agar ke depan kejadian itu tidak terulang lagi. "Apa pun persoalannya mengapa ada kematian itu tentu perlu perhatian. Walaupun pada dasarnya urusan kematian itu urusan yang di atas," kata Juliadi menambahkan.

Juliadi tak memungkiri sebelumnya juga sudah banyak hal dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sambas, di antaranya dengan membuat kantong persalinan di setiap desa dan Polindes.

Kebijakan pemerintah Kabupaten Sambas yang juga menginisiasi bendera pink ibu hamil itu mendapat apresiasi. Menurut dia langkah dan upaya dilakukan pemerintah sudah ada dan catatanya tentu terus dimaksimalkan lebih baik dalam hal memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Dan pemantauan ibu hamil di lapangan oleh petugas kesehatan yang ada," katanya.

Dari sisi masyarakat juga pernah dibentuk multi stakeholder forum, namun ia mempertanyakan apakah saat ini masih aktif atau tidak. Ia beraharap forum yang melibatkan dari berbagai pihak itu bisa dilakukan untuk pencegahan kematian ibu dan anak. (*)

loading...

Sebelumnya

Layanan listrik di desa penghasil sawit digilir

Selanjutnya

Kalteng dorong alokasikan dana desa untuk perpustakaan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe