Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sistem noken, Pemilu khas warga Papua yang masih jadi pro kontra
  • Rabu, 19 September 2018 — 05:28
  • 1059x views

Sistem noken, Pemilu khas warga Papua yang masih jadi pro kontra

Menurut Infandi sistem meski legal dan sah namun di sisi lain menimbulkan konflik antara masyarakat.
Ketua KPU Papua Theodorus Kossay pada suatu kesempatan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mengakui dan mengesahkan Sistem Noken dengan menganut sistem pemilihan Langsung, Umum, Bebas dan Terbuka (LUBET), sesuai dengan Keputusan MK Nomor: 47-48/PHPU.A-VI/2009 dan sesuai dengan pasal 18B ayat (2) UUD 1945.

Namun hingga kini, sistem tersebut masih menjadi momok yang berpotensi menimbulkan konflik dalam pelaksanaan Pemilu di Papua. Sistem “ikat” yang dipahami oleh masyarakat membuat banyak kandidat yang bertarung dalam Pilkada harus berpikir keras untuk mendapatkan simpati dari masyarakat yang mendiami beberapa kabupaten yang masih menggunakan sistem tersebut.

Ketua Bawaslu Papua, Metusalak Infandi mengatakan, untuk sistem noken hingga kini memang diakuinya menjadi salah satu potensi konflik yang cukup krusial karena sistem yang telah diputuskan oleh MK dan menjadi dasar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua untuk membuat petunjuk teknis (Juknis) Nomor 1 tahun 2013, dimana noken digunakan sebagai pengganti kotak suara.

“Namun pelaksanaan di lapangan berbeda dengan juknis yang telah dibuat. Ini yang perlu dicermati oleh pihak penyelenggara dalam hal ini teman-teman dari KPU,” kata Metusalak Infandi menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (18/9/2018) di Jayapura.

Menurut Infandi sistem meski legal dan sah namun di sisi lain menimbulkan konflik antara masyarakat.

“Nah bagaimana menghindari konflik dari penggunaan sistem tersebut? Tentunya kami harus melakukan koordinasi dengan KPU terkait teknis pelaksanaan termasuk peraturannya, karena kami hanya melakukan pengawasan dari Juknis yang sudah diatur oleh KPU,” ujarnya.

 

Multitafsir dan harus dikaji ulang

Sistem noken dianggap sah jika noken digantungkan di kayu dan berada dalam area Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemilih yang hak suaranya dimasukan dalam Noken sebagai pengganti kotak suara harus datang ke lokasi TPS tempat dia berdomisili, dan tak bisa diwakilkan orang lain. Seusai pemungutan suara harus dibuka dan hitung di tempat itu dan surat suara itu harus dicoblos, tidak langsung dibawa seperti Pilkada lainnya. Menurut Bawaslu Papua, penerapan sistem noken ini kerap kali menimbulkan multitafsir.

“Menurut logika hukum dari putusan MK menyangkut tentang penggunaan sistem noken dianggap sebagai bagian dari tradisi yang memang sudah dilakukan oleh masyarakat setempat kemudian diartikan sebagai pengganti kotak suara,” kata Metusalak Infandi.

Sementara itu, Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan, untuk penerapan sistem noken  pihaknya memperhatikan tiga aspek diantaranya sistem tersebut harus dikaji ulang bersama dengan akademisi, selanjutnya akan disusun standar prosedur operasional dan terakhir melakukan simulasi tentang penggunaan sistem tersebut.

“Tiga aspek ini dilakukan untuk memberikan bobot pada penyelenggaraan sistim noken itu sendiri dan memberikan edukasi kepada masyarakat di 14 kabupaten yang menggunakan sistim noken,” katanya kepada Jubi usai menghadiri deklarasi Pilkada Damai di Taman Imbi, Kota Jayapura. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator Papua: Yudas Gebze harus mendapat keadilan

Selanjutnya

Lagi, ULMWP akan gelar aksi damai di tujuh wilayah adat

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34426x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23055x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18983x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe