Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Larang Penggunaan Asbes di Pasifik
  • Selasa, 20 September 2016 — 05:30
  • 323x views

Larang Penggunaan Asbes di Pasifik

Tim SPREP telah mengidentifikasi bahan asbes yang digunakan dalam renovasi rumah sakit itu adalah penyebab kontaminasi racun terhadap pasien-pasien dan karyawan rumah sakit.
Atap rumah dari asbes - Dok. Jubi
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kepulauan Solomon, Jubi – Komunitas Pasifik melarang penggunaan asbes sebagai bahan bangunan karena terbukti mengandung racun yang membahayakan tubuh manusia. Pelarangan itu kian menjadi setelah peristiwa terbakarnya Rumah Sakit Gizo di Kepulauan Solomon, Juli lalu.

Program Lingkungan di bawah Komunitas Pasifik (SPREP) memberikan rekomendasi pelarangan asbes itu untuk diterapkan di seluruh negara-negara Pasifik. Namun, pengawas lokal berpendapat lain terhadap insiden tersebut karena asbes hanya berbahaya jika menjadi abu dan terhirup oleh manusia. 

Tim SPREP telah mengidentifikasi bahan asbes yang digunakan dalam renovasi rumah sakit itu adalah penyebab kontaminasi racun terhadap pasien-pasien dan karyawan rumah sakit.

Bagaimanapun, proses penggantian asbes di Pasifik diperkirakan akan menelan biaya yang tidak sedikit. Manajer proyek PacWaste, Stewart Williams mengatakan ongkos menyingkirkan sisa asbes akan sangat tinggi. “Kami telah mengucurkan dana sebesar 3,5 juta dolar untuk proyek asbes ini dan kurang lebih 2,5 juta dolar untuk lainnya. Namun, upaya yang kami lakukan ini bagai setitik air di tengah lautan jika dibandingkan dengan proyek penyingkiran asbes se-Pasifik yang diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar 150 juta dolar,” katanya.

Penggunaan asbes tidak dilarang di Pasifik sebelumnya. Selandia Baru termasuk negara pertama yang melarang penggunaan asbes yang dimulai tahun ini. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asbes menimbulkan berbagai penyakit termasuk kanker dan telah menewaskan kurang lebih 100.000 nyawa setiap tahunnya.

Topik mengenai pelarangan asbes dan produk-produk turunannya ini akan dibahas dalam pertemuan SPREP di Nieu akhir bulan ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Kepolisian Prancis Penjarakan Teroris Tahiti

Selanjutnya

Lomba Desain Logo Komunitas Pasifik

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23369x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19096x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12625x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe