Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Keluarga tuntut aparat ungkap sebab kematian Yudas Gebze
  • Senin, 24 September 2018 — 13:57
  • 753x views

Keluarga tuntut aparat ungkap sebab kematian Yudas Gebze

“Kami tidak akan pernah tinggal diam, tetapi terus mengawal kasus dimaksud untuk diproses secara hukum,” ujarnya
Almarhum Yudas Gebze yang diduga tewas akibat penganiayaan oknum aparat di Wanam beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Pihak keluarga almarhum Yudas Gebze, warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, menuntut agar kasus kematian keluarga mereka diusut hingga tuntas. “Kami tidak akan pernah tinggal diam, tetapi terus mengawal kasus dimaksud untuk diproses secara hukum,” ujar perwakilan keluarga, Dominikus Buliba Gebze kepada wartawan beberapa hari lalu.

Pihak keluarga, demikian Buliba, telah mengantongi bukti-bukti kuat maupun keterangan saksi yang secara nyata melihat penyiksaan terhadap almarhum Yudas Gebze oleh sejumlah oknum aparat keamanan di Wanam. Keluarga menginginkan para pelaku yakni oknum aparat keamanan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendapatkan hukuman setimpal perbuatan yang telah dilakukan dengan menghilangkan nyawa almarhum Yudas Gebze.

“Kami tidak percaya dengan kepolisian, lantaran kematian korban sudah jelas tidak wajar,” katanya.

Buliba membeberkan, ketika Yudas diterbangkan dari Wanam dan hendak dilarikan ke RSUD Merauke menjalani perawatan, almalrhum tak ditemani keluarga dalam mobil ambulance. Tetapi disuruh naik angkutan kota (angkota) sendiri.

Setelah keluarga tiba di rumah sakit, korban belum tiba. Lalu keluarga mencari ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Namun tidak ada. Setelah pulang, baru berpapasan di jalan dengan mobil ambulance.  “Keluarga bertanya-tanya, kenapa begitu lama dalam perjalanan,” katanya.

Jenazah diformalin tanpa sepengetahuan keluarga

Hal lain yang dianggap tidak beres adalah saat keluarga sedang mempersiapkan pakaian almarhum, tanpa sepengetahuan keluarga, jenazah diformalin. “Ya, paling tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu oleh tenaga medis di rumah sakit bahwa akan dilakukan formalin. Ini sama sekali tak ada pemberitahuan,” tegasnya.

Dia mengaku, kebenaran akan muncul  kemudian. Silakan saja aparat keamanan bermain, tetapi keluarga dengan data maupun saksi yang mendukung, akan membeberkan sekaligus mengungkap sesungguhnya fakta di lapangan.

“Bagi saya aparat kepolisian sangat tidak profesional ketika menyampaikan beberapa alasan yang tidak masuk akal terhadap kematian almarhum,” ujarnya.

“Kami akan terus bekerja dan  membeberkan fakta sesungguhnya dalam waktu dekat terhadap kematian almarhum,” katanya.

MRP akan panggil Kapolda

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Jhon Wob menegaskan, begitu dirinya mendapatkan informasi Yudas Gebze telah meninggal dunia akibat kebrutalan oknum aparat keamanan, ia langsung bergerak ke Merauke untuk mendapatkan informasi sesungguhnya dari keluarga.

“Saya akan berada di Merauke selama beberapa hari ke depan sekaligus ikut mengumpulkan data untuk nantinya dibawa sekaligus dipaparkan kepada pimpinan dan anggota MRP lain untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, demikian Jhon Wob, juga akan meminta dokumen berupa foto-foto maupun video korban akibat penyiksaan oknum aparat keamanan di Wanam. 

Ditegaskan, tindakan penganiayaan yang dilakukan adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Ini ada upaya  membunuh orang asli Papua.

Wob mengaku akan mendorong kepada pimpinan MRP segera memanggil Kapolda Papua memberikan klarifikasi, karena terjadi kesimpangsiuran informasi di lapangan yang diterima.

“Saya tidak main-main dengan kasus kematian almarhum Yudas Gebze. Harus diusut tuntas dan oknum aparat keamanan yang melakukan penganiayaan diadili dan diproses secara hukum sesuai perbuatannya,” pinta dia.

Kepala Kampung Ilwayab, Nelson Yustus Gebze mengatakan, pada 13 September 2018, almarhum  sempat menjalani perawatan di Puskesmas Ilwayab. Sebelum dibawa, almarhum diangkut dengan menggunakan gerobak setelah dianiaya sejumlah oknum aparat keamanan.

“Herannya lagi, ketika keluarga ingin menjenguk korban di puskesmas, dilarang aparat keamanan. Tentunya ini menjadi tanda tanya besar,” ujar Nelson.

Setelah semalam dirawat, keesokan hari diterbangkan dengan pesawat ke Merauke untuk menjalani perawatan.

Namun sayangnya, setelah menjalani perawatan di rumah sakit, korban meninggal dunia. “Saya membantah dengan tegas pernyataan Kapolres Merauke bahwa korban meninggal dunia akibat kakinya terkena  pecahan beling,” ujarnya.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung membantah penganiayaan terhadap Yudas Gebze dilakukan aparat keamanan. “Saya minta di cross check secara  baik terlebih dahulu,” pintanya.

Kapolres mengaku, Yudas Gebze adalah DPO yang melakukan penganiayaan terhadap seorang korban sekitar Mei 2018 lalu hingga tangannya diamputasi.

Setelah masuk dalam DPO, demikian Kapolres, pelaku ditemukan sedang makan di salah satu rumah makan. Lalu, masyarakat setempat melaporkan.

Ketika pelaku hendak ditangkap, melarikan diri dan sempat memberikan perlawanan dengan mengambil pisau yang disembunyikan di balik bajunya. Disaat terus berlari, kata Kapolres, kaki Yudas menginjak pecahan kaca dan Yudas langsung ditangkap. Karena kakinya luka, dibawa ke Puskesmas Ilwayab untuk menjalani perawatan. Namun, tenaga medis menyarankan dirujuk ke rumah sakit.  (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi kembali amankan puluhan botol milo

Selanjutnya

Pemkab Merauke menolak penerimaan CPNS secara online

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34425x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23054x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18983x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe