Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Fungsi hutan sosial di Kalteng baru tercapai 131.589 hektare
  • Senin, 24 September 2018 — 19:05
  • 782x views

Fungsi hutan sosial di Kalteng baru tercapai 131.589 hektare

Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pola pemberdayaan, namun dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian.
Ilustrasi hutan, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Palangka Raya, Jubi  - Realisasi perhutanan sosial di provinsi ini baru sekitar 131.589 dari 1,56 juta hektare yang ditargetkan. Tercatat kawasan 131.589 hektare tersebut berasal dari 77 izin dengan rincian 32 hutan desa seluas 71.389 hektare, 21 hutan kemasyarakatan seluas 25.532 hektare, 32 hutan tanaman rakyat seluas 33.765 serta satu kemitraan kehutanan seluas 900 hektare.

"Kami mengharapkan kerja sama dari seluruh stakeholder, khususnya kelompok kerja percepatan perhutanan sosial (Pokja PPS) Kalteng agar target yang telah ditentukan dapat segera terrealisasi," kata Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Sri Suwanto, Senin (24/9/2018)

Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pola pemberdayaan, namun dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian.

Program tersebut juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di dalam maupun di sekitar kawasan hutan, menyelesaikan konflik tenurial atau lahan, dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat menjaga, serta bertanggungjawab terhadap pelestarian kawasan hutan yang dikelola.

“Hutan memiliki peran yang penting sebagai sistem penyangga kehidupan manusia,” kata Sri Suwanto, menjelaskan.

Menurut dia, keberadaan hutan sosial tidak hanya menyediakan hasil hutan kayu, tapi manfaat lainnya, seperti hasil hutan bukan kayu, kebutuhan pangan, ketersediaan air, sumber energi dan jasa lingkungan lainnya termasuk oksigen, rekreasi dan konservasi keanekaragaman hayati.

Dinas Kehutanan Kalteng bertugas membantu Gubernur melaksanakan kewenangan desentralisasi dan dekosentrasi di bidang kehutanan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan beradasarkan peraturan perundang-undangan.

"Perhutanan sosial itu merupakan perintah bapak Gubernur agar menjadi prioritas. Jadi, kami akan berupaya keras merealisasikan sesuai target yang diinginkan bapak Gubernur," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penyandang disabilitas di Pontianak dapat layanan pesan antar buku

Selanjutnya

Ratusan ribu pekerja perkebunan dan pertambangan terancam tak memilih

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe