Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Bocah lima tahun di Manokwari meninggal karena difteri
  • Selasa, 25 September 2018 — 13:31
  • 893x views

Bocah lima tahun di Manokwari meninggal karena difteri

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, di Manokwari, Selasa (25/9/2018), mengatakan kasus difteri baru sekali ini terjadi di Manokwari, bahkan di Papua Barat. Semua pihak diminta waspada karena bakteri yang menyerang selaput lendir dan tenggorokan tersebut dapat mewabah serta meningkat menjadi kejian luar biasa (KLB).
Ilustrasi, vaksin anti difteri – Jubi/Tempo.co
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Seorang bocah lima tahun di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, meninggal dan berdasarkan diagnosa dokter karena mengidap difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, di Manokwari, Selasa (25/9/2018), mengatakan kasus difteri baru sekali ini terjadi di Manokwari, bahkan di Papua Barat. Semua pihak diminta waspada karena bakteri yang menyerang selaput lendir dan tenggorokan tersebut dapat mewabah serta meningkat menjadi kejian luar biasa (KLB).

"Ini dialami seorang anak di Kampung Bugis-Wosi. Nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal di RSUD Manokwari kemarin tanggal 24 September," kata Otto.

Ia mengutarakan kasus ini tak hanya dialami almarhum. Saat ini gejala serupa dialami adik kandungnya serta satu anak lain yang sering bermain dengan almarhum.

"Yang saudaranya saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Satu anak lainya belum terlalu parah dan dalam pemantauan serta sudah diberi pertolongan dini," imbuhnya.

Otto menjelaskan penyakit difteri timbul akibat bakteri dan mudah menular. Bayi serta anak balita rentan terserang bakteri atau kuman corynebacterium diphtheriae tersebut.

Menurutnya, anak yang terserang bakteri tersebut harus cepat ditangani. Salah satu cara untuk mencegahnya yakni dengan mengikuti imunisasi secara lengkap.

"Untuk kasus ini, kami sudah mengambil sampel dan sudah kami kirim untuk uji laboratorium di Surabaya. Memang sudah ada diagnosa dokter tapi kita juga butuh hasil uji laboratorium," ujarnya.

Ia mengutarakan kasus difteri pernah menjadi kejadian luar biasa di Provinsi Jawa Timur.

“Selain anak-anak ada juga diluar balita bahkan orang dewasa yang terserang," ujarnya lagi.

Otto menekankan seluruh warga mengikutsertakan anak masing-masing pada setiap program imunisasi. Dari seluruh program imunisasi yang dilaksanakan pemerintah beberapa di antaranya bertujuan untuk melindungi anak dari bakteri difteri. (*)

loading...

Sebelumnya

Dinkes mulai “pagari” Papua dari penyakit polio

Selanjutnya

Pelajar SMP YPPK Waghete gelar protes, lantaran hukuman kunyah rokok

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23163x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe