Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Pelaku pemerkosa anak kandung divonis 15 tahun penjara-denda Rp1 M
  • Selasa, 25 September 2018 — 18:27
  • 1576x views

Pelaku pemerkosa anak kandung divonis 15 tahun penjara-denda Rp1 M

Vonis dijatuhkan pada sidang  ketiga.
Zusana Marwanaya (kanan) dan Tajuwit (kiri) – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 


Nabire, Jubi – Kepala bidang hak perlindungan perempuan dan hak perlindungan khusus anak, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Nabire, Zusana Maruanaya mengatakan ayah pelaku pemerkosa anak kandungnya yang berumur 14 tahun , pada beberapa bulan lalu telah divonis 15 tahun dan denda 1 Miliar Rupiah.

Dikatakan Zusana, kasus ini baru terungkap pada Mei lalu. Padahal aksi bejat ayah kandung ini sudah terjadi semenjak korban berumur empat tahun.

“Karena korban berinisial D sudah tidak bisa tahan sebab selalu diperkosa, bahkan bukan hanya diperkosa, jika tidak mau melayani ayahnya maka pasti dia dipukul,” terangnya, Senin (24/9/2018).

Menurut Zusana, pihaknya melakukan pendampingan hingga putusan hakim. Vonis dijatuhkan pada sidang  ketiga.

“Tambah hukuman lagi 6 bulan kalau tidak mau bayar. Tapi waktu ditanya hakim apakah pelaku inisial M menerima atau tidak putusan, dia terima dan tidak tau apakah dia mau naik banding atau tidak,” terangnya. M, diketahui sering mabuk-mabukan.

Sekretaris Dinas Perlindungaan Perempuan dan Anak, Tajuwit menambahkan anak adalah masa depan keluarga, masa depan bangsa yang perlu dilindungi.

“Perlindungan bukan hanya dari keluarga saja tetapi dari semua unsur masyarakat. Sekarang di Nabire ini, kekerasan kepada anak ini cukup meningkat. Ini perlu digaris bawahi,” tambahnya.(*)



 


 

loading...

Sebelumnya

Pekerjakan tenaga asing, banyak perusahaan tidak melapor

Selanjutnya

Sempat ditampung warga, 34 pekerja asal Indramayu akan dipulangkan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32534x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14437x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 13185x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe