Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Pailit, pabrik sawit Yongjing di Manokwari berhenti beroperasi
  • Selasa, 25 September 2018 — 19:43
  • 2710x views

Pailit, pabrik sawit Yongjing di Manokwari berhenti beroperasi

"Perusahaan ini pailit dan pabriknya sudah tidak lagi beroperasi. Meskipun demikian produksi kelapa sawitnya masih berjalan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Perkebunan Papua Barat, Yacob Fonataba.
Ilustrasi, kebun sawit di Prafi Manokwari – Jubi/CIFOR Forest News
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Pabrik pengolahan kelapa sawit, PT Yongjing Investindo, di Manokwari, Papua Barat, berhenti beroperasi karena diduga mengalami pailit dan tidak bisa kembali berproduksi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Perkebunan Papua Barat, Yacob Fonataba, di Manokwari, Senin (24/9/2018), mengatakan pemerintah daerah belum bisa mengambil alih pengelolaan kelapa sawit yang membentang di wilayah Distrik Warmare, Prafi, dan Masni tersebut.

"Perusahaan ini pailit dan pabriknya sudah tidak lagi beroperasi. Meskipun demikian produksi kelapa sawitnya masih berjalan," kata Yacob.

Hasil panen kelapa sawit di perkebunan tersebut diolah ke pabrik milik PT Medco Hijau Selaras, yang mengelola berkebunan sawit di wilayah Sidey.

Ia menjelaskan terkait keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit ini, pemerintah Papua Barat masih menunggu putusan pengadilan. Perkara ini sedang ditangani Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Ini masalah perjanjian atau kontrak mengelolaan perkebunan. Itu kita tuntaskan dulu. Pemerintah daerah belum bisa melakukan intervensi sebelum ada putusan hukum. Persoalan ini harus ada putusan yang jelas apakah perusahaan tersebut benar-benar pailit atau seperti apa. Kita masih menunggu," kata Yacob.

Perkebunan seluas 3.300 hektare ini sebelumnya dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara II. Sejak September 2014 perkebunan ini diambil alih oleh PT Yongjing Investindo. (*)

loading...

Sebelumnya

Pangdam Kasuari: Anggaran pemerintah tidak terkuras jika pemilu aman

Selanjutnya

Pendaftaran CPNS di Papua Barat ditunda

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23162x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19025x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe