Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Insentif tak dicairkan, Kantor Dinas Kesehatan Yahukimo diblokir
  • Selasa, 25 September 2018 — 20:53
  • 988x views

Insentif tak dicairkan, Kantor Dinas Kesehatan Yahukimo diblokir

"Kami kecewa karena keterlambatan itu. Karena itulah kami memasang palang di Kantor Dinas agar ini menjadi perhatian mereka. Jangan hanya kami diminta melayani masyarakat," kata Yahudi kepada Jubi pada Selasa (25/9/2018).
Para pedemo sedang membuka palang di kantor Dinas Kesehatan Yahukimo – Jubi/Piter Lokon.
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Dekai, Jubi - Sejumlah pegawai dan honorer memblokir Dinas Kesehatan Yahukimo mulai hari ini hingga esok hari. Ini menyusul tak dibayarkannya insentif para pegawai. Salah satu peserta aksi, Yahudi Busup mengatakan, kecewa dengan terlambatnya pembayaran hingga triwulan ketiga.

"Kami kecewa karena keterlambatan itu. Karena itulah kami memasang palang di Kantor Dinas agar ini menjadi perhatian mereka. Jangan hanya kami diminta melayani masyarakat," kata Yahudi kepada Jubi pada Selasa (25/9/2018).

Penutupan kantor Dinas tersebut, diakui para peserta aksi tidak ada niat lain. Mereka hanya ingin pembayaran insentif tepat waktu seperti triwulan pertama dan kedua.

Menurutnya, aksi penutupan kantor dinas ini akan dibuka jika ada niat baik dari Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan berbagai tunggakan yang belum tuntas.

"Saran saya, hal seperti ini diperhatikan, jangan setelah ada aksi baru ada reaksi. Kurang bagus maka itu ke depan dibayarkan tepat pada waktu," katanya.

Sementara itu, Nyumut Nipsan Kepala Seksi Primer bidang Yaminan Kesehatan (Yankes) yang diwakili pihak dinas yang menerima para pegawai mengatakan, keterlambatan pembayaran ini disebabkan adanya urusan administrasi yang harus diselesaikan sebelum pencairan.

"Karena ada pergantian bendahara dan pajak pada pencairan tahan pertama belum dibayar oleh bendahara lama, tapi kami tadi sudah selesaikan. Ke depan kami akan benahi dan tidak akan ada lagi masalah, karena proses administrasi. Uang sudah kami bawa ini, hari ini bendahara kami akan bayarkan, maka itu, tadi kami suruh buka," ujarnya Nipsan.

Ia juga menampik adanya isu tentang dugaan penggelapan insentif para pegawai honorer. Menurutnya, tuduhan tersebut sama sekali tak benar.

"Kami bukan penggelapan uang atau hilang tetapi uang ada cuma karena prosesnya melalui aplikasi maka kami bayar dulu pajak baru bisa dicairkan hari ini. ini bukan masalah besar," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemda dukung pembentukan koperasi konstruksi di Jayawijaya

Selanjutnya

Onggur Weya “bongkar gunung” untuk buka isolasi kampung Kagi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33494x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17253x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16678x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe