Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Empat Kabupaten di NTT perlu waspadai Karhutla
  • Rabu, 26 September 2018 — 13:21
  • 1057x views

Empat Kabupaten di NTT perlu waspadai Karhutla

Kabupaten itu meliputi Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Ende dan Kabupaten Kupang.
Ilustrasi kebakaran hutan, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kupang, Jubi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang,  mengingatkan agar empat Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kabupaten itu meliputi Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Ende dan Kabupaten Kupang.

"Berdasarkan data titik panas (hotspot) di NTT dari citra satelit MODIS Terra dan Aqua yang bersumber dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) ada sejumlah titik panas di wilayah NTT yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo, Rabu, (26/9/2018)

Menurut dia, sejumlah wilayah yang terpantau titik panas itu adalah wilayah Umbu Ratu Nggay, di Kabupaten Sumba Tengah, dengan waktu akuisisi : 2018-09-26 02:11:00 UTC dan Tingkat Kepercayaan (TK) 92 persen.

Selain itu Haharu, Kabupaten Sumba Timur, dengan waktu akuisisi : 2018-09-26 02:11:00 UTC dan Tingkat Kepercayaan (TK) 92 persen.  Lewa, Sumba Timur, dengan waktu akuisisi : 2018-09-25 04:46:40 UTC Tingkat Kepercayaan (TK) 84 persen dan Titik panas lain adalah Kotabaru, di Kabupaten Ende, dengan waktu akuisisi : 2018-09-25 04:46:40 UTC dan Tingkat Kepercayaan (TK) : 86 persen.

“Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan waktu akuisisi : 2018-09-25 04:46:40 UTC dan Tingkat Kepercayaan (TK) : 100 persen,” kata Ota menjelaskan.

Titik panas dapat  digunakan untuk identifikasi awal kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan selang kepercayaan atau confidence level menunjukkan tingkat kepercayaan bahwa hotspot yang dipantau dari data satelit penginderaan jauh merupakan benar-benar kejadian kebakaran yang sebenarnya di lapangan.

“Semakin tinggi selang kepercayaan, maka semakin tinggi pula potensi bahwa hotspot tersebut adalah benar-benar kebakaran lahan atau hutan yang terjadi,” katanya.

Analisis data titik panas (hotspot) ini menggunakan data dengan tingkat kepercayaan  80 persen. Kondisi ini dilakukan karena SiPongi sebagai sistem monitoring kebakaran hutan dan lahan lebih fokus untuk dapat mendeteksi indikasi kebakaran hutan dan lahan di lapangan dengan tingkat kemungkinan tertinggi. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Bengkalis gelar vaksinasi virus rabies

Selanjutnya

Penyidikan 205 ton pupuk ilegal di Sulsel dinilai lambat

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33538x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17359x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16758x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe