Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Harga gabah di Kalsel naik 1,13 persen
  • Rabu, 03 Oktober 2018 — 20:24
  • 908x views

Harga gabah di Kalsel naik 1,13 persen

Kenaikan harga gabah itu berdasarkan survei selama bulan September di 10 kabupaten dan dengan cara 96 observasi.
Ilustrasi petani padi, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Banjarbaru, Jubi  - Harga Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani di Kalimantan Selatan, pada September 2018 ini mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan harga gabah itu berdasarkan survei selama bulan September di 10 kabupaten dan dengan cara 96 observasi.

"Kenaikan rata-rata harga gabah kualitas GKP tingkat petani sebesar 2,88 persen dari harga Rp4.914 per kilogram bulan Agustus menjadi Rp5.055 di bulan September 2018," ujar Kepala BPS Kalsel, Diah Utami, Rabu (3/10/2018),.

Menurut Diah, harga gabah tertinggi di tingkat petani berasal dari gabah kering panen (GKP) varietas Karang Dukuh seharga  Rp 5.943 per kilo gram, gabah itu berada di Kecamatan Mekar Sari Kabupaten Barito Kuala.

"Harga terendah di tingkat petani sebesar Rp 4 ribu per kilo gram berasal dari gabah kualitas kering panen varietas IR42 di Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin," ujar Diah menjelaskan.

Survei BPS juga menyebutkan transaksi harga gabah lebih banyak varietas lokal seperti jenis Karang Dukuh, Siam Unus, Siam, Siam Pandak dan beras lokal lain dengan transaksi mencapai 87,67 persen. Sedangkan kenaikan harga gabah juga terjadi pada tingkat penggilingan mencapai 3,10 persen dari Rp 5.008 per kilo gram bulan Agustus menjadi Rp 5.163 pada September.

Selain itu BPS Kalsel juga menyebutkan komponen mutu gabah selama September cenderung fluktuatif dan terjadi penurunan persentase kadar air maupun kadar hampa atau kotoran dibanding bulan Agustus.

"Rata-rata kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran gabah kualitas GKP masing-masing 14,39 persen dan 4,53 persen sehingga cukup mempengaruhi kualitas gabah," katanya.

Tercatat sepuluh kabupaten yang menjadi observasi komponen mutu itu meliputi Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, HST, HSU, Tanah Bumbu, Tabalong, dan Balangan. (*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan ribu pekerja perkebunan dan pertambangan terancam tak memilih

Selanjutnya

Palangka Raya kekurangan mobil pemadam kebakaran

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe