Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kandidat direktur WHO kecewa dukungan Pasifik berpindah
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 12:33
  • 455x views

Kandidat direktur WHO kecewa dukungan Pasifik berpindah

“Saya pikir ini bukan rahasia bahwa beberapa oknum menggunakan uang untuk memenangkan pengaruh,” katanya.
Dr Colin Tukuitonga adalah warga Selandia Baru berdarah Niue. - Asia Pacific Report/ AUT
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manila, Jubi - Kandidat jabatan senior di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) asal Pasifik, yang gagal memenangkan suara untuk menjadi Direktur Regional Pasifik Barat mengatakan, ia sebenarnya bisa mendapatkan posisi itu kalau saja beberapa negara Pasifik tidak disuap.

Dr Colin Tukuitonga yang dicalonkan oleh Selandia Baru, gagal mendapatkan dukungan menjadi Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, dalam pemilihan Selasa lalu (9/10/2018), karena kalah dari kandidat Jepang, Dr Takeshi Kasai.

Dr Tukuitonga, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Komunitas Pasifik (SPC), mengungkapkan bahwa ketika ia maju, dia diyakinkan akan menerima dukungan penuh dari negara-negara Pasifik, namun ia kalah dalam pemungutan suara yang sebenarnya.

Beberapa negara Melanesia mengubah dukungan mereka pada detik-detik terakhir, menurut Dr Tukuitonga.

“Saya pikir ini bukan rahasia bahwa beberapa oknum menggunakan uang untuk memenangkan pengaruh,” katanya.

“Kita semua sudah melihat pengumuman yang dibuat di umum, tentang pembangunan rumah sakit di sini, dan pembangunan bandara di sana, di berbagai tempat di Pasifik.”

“Para menteri dan pejabat mereka memberi tahu saya secara langsung tawaran apa yang telah mereka terima. Hal-hal ini benar-benar terjadi.”

Dr Tukuitonga, yang mendapat dukungan pemerintah Selandia Baru, maju dengan platform untuk memperbarui cara kerja organisasi tersebut di wilayah Pasifik.

Dia mengatakan bangga atas kampanye bersih yang ia jalankan, dan akan melanjutkan pekerjaannya dengan Komunitas Pasifik sampai masa jabatannya berakhir.

Dia juga mengucapkan selamat kepada Dr Kasai dalam memerangi berbagai masalah kesehatan yang dihadapi wilayah tersebut, termasuk sistem kesehatan yang tidak memadai di berbagai negara serta krisis penyakit tidak menular.

Berbicara kepada Asia Pacific Report sebelum pemilihan itu, Dr Tukuitonga mengatakan jabatan itu memerlukan pemikiran segar dan kepemimpinan baru, untuk menjaga tata kelola yang baik, bukannya terjebak dalam birokrasi.

Saat itu, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini telah secara terbuka mengindikasikan bahwa mereka akan memilih Jepang.

Awalnya ia berharap semua negara Kepulauan Pasifik akan mendukungnya - setidaknya di putaran kedua dan seterusnya.

Baru tahun lalu, negara-negara Kepulauan Pasifik dikatakan mendukung pencalonannya untuk posisi direktur regional, namun dia terkejut mengetahui keadaannya sekarang.

“Mereka (negara-negara Kepulauan Pasifik) mendekati saya untuk maju pada Oktober 2017. Kita tidak dapat menang tanpa bersatu, di mana regionalisme itu?” tanyanya. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Samoa perkenalkan manajemen kasus perlindungan anak

Selanjutnya

Tessa, perempuan perancang bendera Fiji

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23163x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe