Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Puluhan burung Gelatik Jawa dilepaskan
  • Minggu, 14 Oktober 2018 — 13:05
  • 694x views

Puluhan burung Gelatik Jawa dilepaskan

Makin berkurangnya populasi di habitat aslinya
Ilustrasi burung liar, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kulon Progo, Jubi - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Terminal Bahan Bakar Minyak Rewulu PT Pertamina (Persero) melepasliarkan puluhan ekor burung Gelatik Jawa di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Pelepasan itu bagian dari kerja sama Yayasan Kanopi Indonesia dan Terminal BBM Rewulu PT Pertamina (Persero) untuk pengembangbiakan dan pelepasliaran burung Gelatik Jawa.

"Dipilihnya spesies tersebut untuk dilepasliarkan lantaran makin berkurangnya populasi di habitat aslinya. Kami ingin meningkatkan populasi burung ini karena habitatnya terganggu oleh perburuan dan perkembangan pemukiman sehingga turun populasinya," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti, Minggu, (14/10/2018)

Pelepasan burung gelatik Jawa sengaja dilakukan di Desa Jatimulyo karena mengacu hasil survei yang menunjukkan kebutuhan pangan sangat mencukupi dan kondisi alam yang cocok untuk percepatan pengembangan spesies burung tersebut.

Selain itu, Pemdes Jatimulyo memiliki komitmen terhadap keberlangsungan alam, melalui Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.

"Kami berharap dengan komitmen Pemdes Jatimulyo ini, keberlangsungan populasi Gelatik Jawa terjamin keamannya," kata Junita menambahkan.

Menuut dia, saat ini populasi burung Gelatik Jawa di DIY sangat sedikit karena adanya perburuan. Selain itu, lingkungan alam di Kota Yogyakarta semakin sempit sehingga habitat Gelatik Jawa di Kota Yogyakarta sudah tidak ada, dan mulai tersisih.

Direktur Yayasan Kanopi Indonesia, Arif Rudiyanto, mengatakan gelatik yang dilepasliarkan kali ini memang diperoleh dari para pemburu. Sebelum berhasil dikumpulkan dan dikonservasi, lembaganya melakukan pendekatan persuasif kepapada para pemburu.

"Sebelum dilepasliarkan. Semuanya dipastikan terlebih dulu dalam kondisi sehat. Bagi para pemburu kami beri pengertian agar gelatik bisa dilepasliarkan," kata Arif Rudiyanto. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat Moi akan palang jalan Sentani-Depapre

Selanjutnya

Jalan Sentani-Depapre, rusak lingkungan dan telan korban jiwa

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34466x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23165x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19026x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe